Berita Riau

230 Ribu Penerima Rastra di Riau Terima Bantuan Non Tunai

Sebanyak 230 ribu penerima manfaat atau keluarga tidak mampu yang menerima Rastra di Riau tahun depan akan menerima bantuan non tunai

230 Ribu Penerima Rastra di Riau Terima Bantuan Non Tunai
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi
Sosmed Tribun Pekanbaru 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 230 ribu penerima manfaat atau keluarga tidak mampu yang menerima beras sejahtera (Rastra) di Riau tahun depan akan menerima bantuan non tunai.

Masyarakat penerima hanya diberi kartu yang berisi saldo setiap bulannya Rp 110 ribu, selama ini penerima manfaat itu menerima bantuan Rastra.

"Tahun depan itu tidak lagi mendistribusikan beras, tapi non tunai dalam bentuk kartu keluarga sejahtera (KKS) yang digunakan nanti oleh penerima manfaat untuk mendapatkan beras dan telur," ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Dahrius Husein kepada Tribun Jumat (12/10).

Baca: Bidan Desa PTT Diminta Sosialisasi Imunisasi Vaksin MR

Baca: Sejumlah Daerah di Riau Banjir, BPBD Ingatkan Warga di Sepanjang Aliran Sungai Waspada

Menurut Dahrius polanya nanti dengan sistem dipusatkan distributor penyalur bantuan sosial masyarakat penerima manfaat tersebut, menyediakan beras dan telor.

"Apakah itu e-warung, atau koperasi atau warung-warung yang ada dan sudah ditetapkan untuk teransaksi KKS itu. Jadi sudah ada standarnya beras 10 Kilogram dan telor satu papan," ujar Dahrius.

Namun ada masukan dari beberapa wilayah, mengusulkan apakah bisa beras diganti dengan kebutuhan lainnya seperti minyak goreng dan lainnya, ini masih dalam pembahasan.

"Cuma memang kemarin, ada juga pertanyaan, kalau seandainya beras di suatu daerah sudah banyak diproduksi, apakah KKS itu tidak boleh dibelikan minyak goreng misalnya?, Nah itu masih dalam pembahasan,"jelas Dahrius.

Sekarang ini lanjut Dahrius memang sudah dimulai Penerapan nya yakni E-Koperasi, dimana pada tahun 2018 Pekanbaru dan Dumai sudah memulai, namun memang masih tahap launching.

Baca: Berbekal CCTV di Mesin ATM, Pelaku Pencurian Ini Ditangkap Usai Kuras Uang Korbannya

Baca: Jadwal Siaran Langsung Grup E dan F Liga Champions 2018, Shakhtar Donetsk Vs Manchester City

"Tentunya, sekarang persiapan seluruh kabupaten/kota yang 2019 nanti non tunai, agar menyediakan tempat masyarakat mendapatkan beras dan telur itu dalam bentuk belanja secara elektronik,"jelasnya.

Untuk saat ini penyaluran penerima manfaat ini masih dilakukan Bulog dan sempat mengalami kesulitan untuk wilayah yang aksesnya jauh dari pusat perkotaan.

"Jadi ada penyalurannya sekarang itu sampai per dua bulan atau tiga bulan, karena ada wilayah yang memang jangkauan untuk mobilitas beras itu, tidak memiliki transportasi reguler, sehingga dia Carter. Kalau itu dibuatkan bulanan itu dia mengeluarkan cost cukup besar, sehingga dia mengambil tiga bulanan atau dua bulanan," ujar Dahrius.

Adapun wilayah yang aksesnya jauh tersebut menurut Dahrius diantaranya daerah Rohil, Meranti dan bahkan Indragiri Hilir.

"Biasanya untuk daerah-daerah pesisir seperti Rohil, Meranti, termasuk Inhil. Di Inhil itu kalau laut sedang surut kapal-kapal itukan tidak bisa merapat. Paling sulit kalau kondisinya seperti ini, maka penyaluran juga dilakukan pertiga bulan," jelas Dahrius. (*)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved