Berita Riau

KPAI Ingatkan Ancaman Besar Gay pada Anak Remaja Melalui Medsos

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melihat ancaman pornografi terhadap anak remaja melalui media sosial sangat berbahaya.

KPAI Ingatkan Ancaman Besar Gay pada Anak Remaja Melalui Medsos
ilustrasi 

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melihat ancaman pornografi terhadap anak remaja melalui media sosial sangat berbahaya.

Apalagi di zaman yang mana banyak anak remaja yang ikut dalam dunia maya tersebut.

Komisioner Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra mengatakan dalam penelitian yang dilakukan ternyata kasus cover crime dan pornografi, baik pelaku maupun korban sangat besar pada anak di Indonesia.

Baca: Grup Gay SMP/SMA Garut di Facebook Kirim Foto untuk Cari Mangsa Baru

Bahayanya lagi KPAI sudah mendeteksi ada 2500 anak tergabung dalam grup gay di media sosial. Tentunya dunia Medsos tidak mengenal ruang, semuanya bisa terpengaruh.

"Jadi 2500 anak yang gabung dalam group Gay ini tidak tertutup kemungkinan akan mempengaruhi anak di Riau. Karena Medsos ini tidak ada batasan dan ruang, semuanya tidak berjarak, "ujar Jasra Putra kepada Tribun Kamis.

Karena dari data 87 juta anak, 30 persen anak di Indonesia menurut Jasra Putra sudah ada di medsos. Sehingga tidak ada kata lain selain melindungi anak terutama daerah masing-masing juga berperan.

" Baru - baru ini terjadi juga ada kasus penyayatan tangan yang jumlahnya 50 orang lebih. Kita sampaikan, ini harus ada intervensi dari dinas pendidikan. Ini tidak lain juga disebabkan media sosial, "ujar Jasra Putra.

Bahkan Jasra menilai selain 50 ini, dugaanya ada juga di sekolah lain, mereka melakukan hal yang sama. Ini tidak bisa dianggap hal yang biasa.

Baca: KPAID Tasikmalaya Temukan Grup Facebook Gay Singaparna, Jumlahnya Sampai 1.200 Anggota

"Kalau korbannya banyak baru cuma ini, Kalau di luar negeri juga ada. Challenge ini berkembang di Youtube. Keluarga harus mendampingi ini,"jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved