Status Jony Boyok Kini Tersangka, Penghina Ustaz Abdul Somad di Facebook Terancam 4 Tahun Penjara

Pemeriksaan ini sekaligus pemeriksaan pertama terhadapnya dengan status sebagai tersangka

Status Jony Boyok Kini Tersangka, Penghina Ustaz Abdul Somad di Facebook Terancam 4 Tahun Penjara
TribunPekanbaru/Ilham Yafiz
Sahid Hariadi (tiga dari kiri) bersama anggota FPI dan Masyarakat usai menyerahkan JB ke Ditreskrimsus Polda Riau, Rabu (5/9/2018) petang. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitresKrimsus) Polda Riau, Kamis (11/10/2018) kemarin melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dugaan penghinaan Ustaz Abdul Somad (UAS), Jony Boyok.

Pemeriksaan terhadap warga Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru ini dilakukan terkait proses penyidikan yang dilajukan terhadapnya yang baru saja dinaikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Pemeriksaan ini sekaligus pemeriksaan pertama terhadapnya dengan status sebagai tersangka. Sebelumnya ia juga telah dimintai keterangan hanya saja sebagai terlapor.

"Sudah diperiksa kemarin oleh penyidik," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes pol Sunarto kepada Tribun, Jumat (12/10/2018).

Baca: FPI Jelaskan Kronologis Penjemputan Pemilik Akun FB Joni Boyok yang Hina Ustaz Abdul Somad

Jony Boyok di intai keterangan seputar pengunggahan status media sosial Facebook miliknya.

Dalam unggahan status tersebut diketahui ia menulis sejumlah kalimat yang dinilai menghina UAS.

Dugaan penghinaan ini juga telah dikuatkan oleh keterangan saksi ahli yang dimintai oleh penyidik sebelumnya.

Ahli itu, antara lain ahli bahasa, ahli dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan ahli pidana.

Baca: Polda Riau Terima Laporan LBH LAM Riau Soal Penghinaan JB Terhadap Ustaz Abdul Somad

"Keterangan ahlinya sudah kita peroleh, ahli dari Kominfo dan juga ada ahli pidana," lanjutnya.

Jony Boyok dalam perkara ini disangkakan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ancaman hukuman atas pasal itu, penjara paling lama 4 tahun dan atau denda paling banyak Rp 750.000.00.

Karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun, maka terhadap Jony Boyok tidak dilakukan penahanan.

Sebelumnya, Jony Boyok memposting status penghinaan terhadap UAS di akun Facebook miliknya. Atas postingan itu ia pun dijemput oleh FPI Pekanbaru dan perwakilan masyarakat. Ia diserahkan ke Polda Riau untuk diproses hukum.(*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved