Petugas Pemadam Kebakaran Rentan kena Serangan Jantung, Begini Penjelasannya

Personel pemadam kebakaran ternyata berisiko mengalami mati mendadak. Hal tersebut disebabkan oleh serangan jantung

Petugas Pemadam Kebakaran Rentan kena Serangan Jantung, Begini Penjelasannya
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Petugas pemadam kebakaran Kota Pekanbaru memadamkan sisa api yang hampir membakar keseluruhan sebuah rumah yang berada di Jalan Swadaya II, RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, Selasa (17/7/2018). (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir) 

Sementara penyempitan arteri jantung meningkatkan risiko kematian sampai sembilan kali lipat.

Meskipun penelitiannya tidak bisa membuktikan apakah atau bagaimana pekerjaan sebagai seorang petugas pemadam kebakaran meningkatkan risiko penyakit jantung, beberapa aspek pekerjaan mungkin bisa menjelaskan kaitannya, kata Smith.

"Paparan asap, jelaga, bahan kimia di udara, pola tidur yang terganggu, dan tingginya tingkat stres kerja, semuanya berkontribusi pada masalah jantung," kata Smith.

Ia juga tidak dapat memastikan apakah petugas pemadam kebakaran lebih mungkin atau lebih jarang mengalami penyakit jantung dibanding bidang pekerjaan lainnya.

Ia hanya mengatakan, studi yang dilakukannya jelas menunjukkan bahwa tugas pemadam kebakaran seperti kerja otot yang berat, tekanan panas, aktivasi sistem saraf simpatik, dan paparan asap dapat memicu penyakit jantung.

Salah satu kekurangan studi yang dilakukan Smith adalah data otopsi yang digunakan tidak memiliki deskripsi yang seragam tentang penyakit jantung atau kriteria untuk mendefinisikan pembengkakan jantung.

Mereka juga memiliki keterbatasan data tentang faktor risiko tertentu yang bisa menyebabkan penyakit jantung, misalnya kebiasaan merokok atau tekanan darah tinggi.

Meski begitu, Dr Stefanos Kales, seorang ahli dari Kesehatan Masyarakat Harvard TH Chan School di Boston yang tidak terlibat dalam penelitian mengatakan bahwa studi ini menawarkan bukti baru dari bahaya stres tinggi dan pekerjaan yang menggunakan fisik terhadap penyakit jantung.

"Intinya, orang yang memiliki riwayat penyakit jantung akan berbahaya jika melakukan pekerjaan berat, terutama dalam situasi stres yang bisa meningkatkan lonjakan adrenalin dan hormon terkait yang menantang sistem kardiovaskular," ujar Kales melakui email.

"Karena itu, meskipun pemeriksaan terhadap petugas pemadam kebakaran sejak dulu difokuskan pada penyakit pembunuh darah jantung (faktor risiko jantung dan tes stres), pemeriksaan itu juga harus mencakup pemindaian seperti echocardiogram untuk mengidentifikasi kemungkinan pembengkakan jantung, meningkat ketebalan dinding jantung atau adanya serangan jantung sebelumnya," pungkas Kales.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyak Petugas Damkar Meninggal karena Serangan Jantung, Mengapa?", 

Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved