Berita Riau

Memasuki Musim Hujan, DPRD Riau Desak Pemko Gunakan Masterplan Drainase yang Telah Ada

Memasuki musim hujan di Riau, wakil rakyat di DPRD Riau mendesak Pemko Pekanbaru menggunakan masterplan drainase yang telah ada

Memasuki Musim Hujan, DPRD Riau Desak Pemko Gunakan Masterplan Drainase yang Telah Ada
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi
Sosmed Tribun Pekanbaru 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Alexander

RRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Memasuki musim hujan di Riau, wakil rakyat di DPRD Riau mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggunakan masterplan drainase yang telah ada.

Pasalnya, memasuki musim hujan jelang akhir tahun ini, kembali akan terjadi masalah banjir di berbagai daerah di Riau, termasuk Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau.

Sejumlah kawasan di Kota Pekanbaru tergenang air setiap kali hujan, mulai dari sejumlah jalan protokol hingga ke pemukiman warga diberbagai titik.

Baca: Ramlan Zas minta Pembangunan Infrastruktur di Rohul tetap Diperhatikan

Baca: 50 Juta Akun Diretas, Cek Facebook Anda Sekarang! Silahkan Ikuti Langkah Berikut

Oleh karena itu, pihak DPRD Riau mendorong master plan drainase Kota Pekanbaru, agar segera digunakan dan dibangun, serta bisa segera dimanfaatkan, sehingga masyarakat untuk tahun-tahun kedepannya tidak lagi merasakan ancaman banjir.

Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman yang juga merupakan anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru mengatakan, banjir terjadi di Pekanbaru dikarenakan drainase yang ada tidak terintegrasi satu sama lain, sehingga air tidak lancar mengalir, terhalang dan akhirnya terjadi banjir.

Di DPRD Riau menurut pria yang akrab disapa Dedet ini, pihaknya sudah membuat rencana master plan drainase dengan anggaran Rp 2 milyar rupiah pertahun, dan sudah dianggarkan selama 2 tahun sebelumnya.

"Saya juga ikut membahas rencana pembuatan drainase tersebut, dan anggarannya, ketika itu masih menjadi koordinator komisi bidang infrastruktur, dan Walikota Firdaus masih sebagai Kepala PUPR Pemprov Riau saat itu," imbuhnya.

Baca: Jalan Amblas Rumah Rusak Usai Banjir, DPRD Pekanbaru: Tolong Pemerintah Segera Respon

Baca: BNK Gagas Kampar Bersinar, Diperkenalkan Pada Kegiatan CFD

Dijelaskannya, jika kepala dinas terkait mengatakan tidak tahu, maka menurutnya bisa ditanyakan langsung ke walikota karena jika sudah ada master plan, harusnya tahun 2020 sudah eksekusi atau dilaksanakan, sehingga pada 2025 Pekanbaru tidak terjadi lagi banjir kedepannya.

"Memang untuk merealisasikannya butuh anggaran tidak sedikit, jumlahnya mencapai Rp 1 triliun. Tapi itu bisa disharing dengan APBD Kota Pekanbaru dan APBN, yang penting harus ada perencanaannya dulu," imbuhnya.

Kalau sudah ada perencanaannya, maka selanjutnya bisa diajukan ke APBN, kemudian tinggal pihak Bapeda provinsi dan kota yang melakukan koordinasi selanjutnya. (*)

Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved