Berita Riau

Pascasarjana UIR Gelar Workshop Pembaruan Kurikulum Kriminologi

Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) gelar workshop Pembaruan Kurikulum Kriminologi, Kriminologi di Era Industri 4.0

Pascasarjana UIR Gelar Workshop Pembaruan Kurikulum Kriminologi
Tribun Pekanbaru/Zul Indra
Pascasarjana UIR Gelar Workshop Pembaruan Kurikulum Kriminologi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com: Zul Indra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) gelar workshop Pembaruan Kriminologi, Kriminologi di Era Industri 4.0 di aula pertemuan Pascasarjana UIR pada Senin (15/10/2018).

Dalam acara tersebut, dihadirkan tiga orang narasumber, yakni Prof Dr Muhammad Mustofa MA, Kepala BBPOM Provinsi Riau, Mohamad Kashuri, dan Pemimpin Tribun Pekanbaru, Hasanah.

Wakil Dekan II Fakultas Hukum UIR, Kasmanto Rinaldi mengatakan, secara umum workshop itu bertujuan membahas perkembangan kriminologi di Indonesia dan secara khusus menyaring serta membahas kebutuhan-kebutuhan masyarakat akan kriminologi.

Baca: Siaga Empat, Ketinggian Permukaan Air Sungai Indragiri Capai 5,98 Meter

Baca: Wakil Rakyat Dukung BPKAD Pekanbaru Tarik Paksa Mobil Dinas yang Dikuasai Mantan Pejabat

Kemudian, hasil-hasil bahasan-bahasan tersebut akan dirumuskan menjadi kurikulum Program Studi Kriminologi Universitas Indonesia tahun 2019.

Output kegiatan adalah pengayaan khazanah pemikiran kriminologi, sehingga responsif terhadap perkembangan dan perubahan sosial.

Rumusan kurikulum Program Studi Kriminologi yang mengacu pada kebutuhan masyarakat dan panduan umum Asosiasi Program Studi Kriminologi Indonesia.

"Kita berharap ada masukan dari para pemateri dan peserta dalam acara ini. Semoga banyak manfaat yang kita peroleh dari workshop ini,"ungkapnya.

Kepala BBPOM Provinsi Riau, Mohamad Kashuri mengatakan alasan dipilihnya BBPOM menjadi ahli kriminolog adalah dilatarbelakangi banyaknya terjadi penyalagunaan obat dan makanan oleh masyarakat akhir-akhir ini, terutama dari kalangan anak-anak hingga remaja.

"Terbaru adalah siswa SMP di Pekanbaru yang menyilet tangannya, akibat minuman energi, selain itu ada juga anak yang keracunan makanan dari permen dan banyak lagi lainnya. BBPOM bertugas mengawali konsumen dalam mengkonsumsi makanan dan obat-obata, serta mencegah terjadinya penyalagunaan obat,"ujarnya.

Baca: Distan Bengkalis Vaksinasi 1.348 Hewan Peliharaan dalam Peringatan Hari Rabies Sedunia 2018

Baca: Putra Riau Raih Terbaik I Tilawah Qiraat Sabah Murottal Remaja Putra MTQ Tingkat Nasional 2018

Halaman
12
Penulis:
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved