Kampar

VIDEO: Gagal Difasilitasi DPRD, Warga Terdampak Pembangunan Jembatan Sei Merangin Berunjuk Rasa

Warga yang terdampak pembangunan Jembatan Sei Merangin Desa Merangin Kecamatan Kuok akhirnya menempuh aksi unjuk rasa

Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Warga yang terdampak pembangunan Jembatan Sei Merangin Desa Merangin Kecamatan Kuok akhirnya menempuh aksi unjuk rasa, Senin (15/10/2018).

Mereka menolak digusur karena pembangunan jalan menuju jembatan di Dusun Mangin.

Persoalan ini sebelumnya sudah difasilitasi Komisi I DPRD Kampar. Namun tidak menghasilkan titik terang untuk tuntutan mereka.

Mereka menolak digusur tanpa ganti rugi.

Baca: VIDEO: Hearing Pembangunan Jembatan Merangin, Masyarakat dan Pemerintah Sama-sama Kukuh

Tyson, koordinator aksi, mendesak pembangunan jembatan di ruas Jalan Lintas Riau-Sumatera Barat itu dihentikan sebelum ada ganti rugi.

Pengunjuk rasa tidak terima rumah mereka dibongkar. 

"Kenapa ada penggusuran sebelum ada penghitungan (ganti rugi)," teriak Tyson. Massa yang didampingi aktivis Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kampar sempat tertahan di gerbang masuk Kompleks Perkantoran Bupati Kampar.

Personil Satuan Polisi Pamong Praja sudah berjaga-jaga di depan gerbang. Massa ingin menerobos masuk, namun gerbang ditutup rapat.

Sampai berita ini diturunkan, mereka masih menunggu jawaban respon dari Pemkab Kampar. Massa ingin ditemui langsung oleh Bupati.

Baca: Wakil rakyat Tinjau Pembangunan Jembatan Merangin, Ini Fakta yang Ditemukan

Halaman
12
Penulis: Fernando Sihombing
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved