Eksklusif

Warga 65 Desa di Kepulauan Meranti Andalkan Air Hujan untuk Masak. Air Sumur Merah dan Asam

Warga 65 Desa di Kepulauan Meranti Andalkan Air Hujan untuk Masak. Air Sumur Merah dan Asam

Suci mengaku memiliki 5 unit tempayan khusus menampung air hujan.

Meskipun ia telah memiliki sumur bor, namun ia tetap menggunakan air hujan untuk kebutuhan makan dan minum.

Suci mengatakan, air sumur bor tak enak untuk dikonsumsi. Sebab, rata-rata air hasil sumur bor di Meranti berasa payau.

Air sumur bor di rumahnya hanya untuk kebutuhan mandi dan mencuci.

"Sejak dulu kala kami memang mengandalkan air hujan, tampung pakai tempayan. Memang sudah seperti ini kondisi alam di Meranti, mau dibuat apa lagi," ujarnya.

65 Desa

Kesulitan yang dialami Murni dan Suci adalah juga dialami warga di 65 desa di Kepulauan Meranti yang belum terakses fasilitas air bersih dan terancam krisis air setiap kemarau.

Puluhan desa itu tersebar di seluruh kecamatan di Meranti.

Selama ini pemerintah daerah telah melakukan berbagai usaha, agar warga menikmati air bersih laik konsumsi secara gratis.

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU PRPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman, Syaiful Bakhri mengatakan Pemkab Kepulauan Meranti telah membangun dua unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Halaman
1234
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved