Peneliti Temukan Batu yang Dimasukkan ke Dalam Mulut Bocah untuk Mencegah Kebangkitan Vampir

Ada temuan batu yang dimasukkan dalam mulut seorang bocah. Ternyata itu adalah jasad anak-anak adalah untuk mengantisipasi bangkitnya vampire

Peneliti Temukan Batu yang Dimasukkan ke Dalam Mulut Bocah untuk Mencegah Kebangkitan Vampir
YouTube
Boneka Bayi Vampir Kuburan 

Selain bocah berusia 10 tahun, tim Soren yakin bahwa pemakaman ini juga digunakan untuk mengubur anak-anak yang usianya lebih tua dan juga balita.

Dalam penggalian sebelumnya, para arkeolog menemukan lebih dari 50 sisa kerangka bayi, balita, dan janin yang belum lahir.

Para arkeolog dari Universitas Arizona, Universitas Stanford, dan arkeolog dari Italia menemukan sebuah kerangka yang unik. Dari temuan ada satu hal yang menarik perhatian mereka, yaitu pada tengkoraknya tampak sebuah batu dengan sengaja dimasukkan ke dalam mulut tengkorak tersebut.
Para arkeolog dari Universitas Arizona, Universitas Stanford, dan arkeolog dari Italia menemukan sebuah kerangka yang unik. Dari temuan ada satu hal yang menarik perhatian mereka, yaitu pada tengkoraknya tampak sebuah batu dengan sengaja dimasukkan ke dalam mulut tengkorak tersebut. (Kompas.com)

Selain batu di dalam rongga mulut yang dipercaya mencegah aktivitas jahat ke luar dari dalam kubur, tim juga menemukan banyak benda lain seperti cakar gagak, tulang katak, kuali perunggu yang penuh dengan abu, dan anak anjing yang dikorbankan di dalam kuburan.

Oleh bangsa Romawi, benda-benda tersebut sering dikaitkan dengan sihir. Ini artinya, ada indikasi bahwa masyarakat setempat di masa lalu sangat kental dan dekat dengan budaya sihir.

"Kami tahu bahwa orang-orang Romawi sangat peduli dengan hal ini dan bahkan akan menggunakan sihir untuk menjaga setan atau apapun yang mencemari keluar dari tubuh," ujar Soren.

Soren mengatakan, batu yang secara sengaja dimasukkan ke dalam rongga mulut merupakan bukti pertama yang ditemukan.

Meski begitu, kepercayaan memasukkan batu ke dalam mulut orang mati sudah tersebar luas di seluruh Eropa. Ini merupakan hasil dari ketakutan tentang kematian yang dapat bangkit kembali dan membawa penyakit atau malapetaka bagi yang hidup.

Mitologi vampir yang identik dengan minum darah korbannya, sebenarnya tidak muncul sampai pada tahun 1700-an.

Lantas mengapa jasad yang berasal dari abad ke 5 dapat disebut sebagai pemakaman vampire? Menurut Soren, budaya di seluruh Abad Pertengahan Eropa percaya pada kemungkinan bahwa orang yang baru saja meninggal bisa mendatangkan malapetaka sebagai semacam vampir atau makhluk yang bangkit dari kematian.

Para arkeolog akan kembali ke Lugnano musim panas mendatang untuk menyelesaikan penggalian kuburan dan belajar lebih banyak tentang masa kelam dalam sejarah.

Halaman
123
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved