Rabu, 22 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Siak

GOR Tualang Sudah Tidak Terurus, Tidak Pula Ada Anggaran Pemeliharaan

GOR Tualang yang diresmikan 2016 lalu sudah banyak yang rusak. GOR itu juga lebih sering sepi ketimbang dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
GOR Tualang yang dibangun dengan APBD Siak senilai Rp 59 miliar lebih sudah banyak yang rusak dan jarang difungsikan. /mayonal putra 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, TUALANG - Gedung Olahraga (GOR) Tualang yang diresmikan 2016 lalu sudah banyak yang rusak. GOR itu juga lebih sering sepi ketimbang dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga.

Tribunsiak.com mencoba menelusuri GOR yang dibangun dengan APBD Siak sebesar Rp 59 miliar lebih itu, Rabu (17/10/2018). Pintu masuk ke kompleks GOR sudah tertutup oleh pagar besi yang berkarat. Tidak bisa membawa kendaraan roda dua ke dalam. Harus menyelinap secara bergantian untuk bisa masuk.

Pelataran parkir yang tampak kumuh, rerumputan yang tidak teratur, sampah di mana-mana menandakan kalau GOR itu jarang dimanfaatkan. Petugas keamanan atau cleaning servise tidak terlihat pada bagian depan ini. Kantin juga tampak tutup.

Baca: RAM 3 GB Memori 32 GB, Hape Lenovo A5 Ini Dibanderol Mulai Rp 1 Jutaan

Semakin melihat kondisi bangunan, semakin banyak yang tampak tak beres. Loby utama yang beratap kaca sudah berlumut dan bocor. Lantainya juga becek karena rembetan air hujan lebat semalam yang mengucur dari atap loby.

Semua pintu juga terkunci. Lantai bagian luar sangat kotor. Toiletnya jauh dari harapan, selain tidak ada air, menimbulkan aroma busuk juga kotor.

Melihat kondisi di dalam GOR dari balik kaca, lantainya juga pada rusak. Beberapa matras tampak tergeletak dan banyak sekali sampah.

"Memang sangat disayangkan kondisi GOR Tualang saat ini," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Siak, Syahruddin dihubungi Tribunsiak.com.

Baca: Foto Cantik Resi Novalia Miss Global Riau Inspiring 2017, Pertahankan Identitas Wanita Indonesia

Ia mengakui GOR tersebut dikomersialkan kepada masyarakat. Sementara kegiatan rutin untuk kepentingan olahraga sangat jarang.

"Kalau pun ada hanya saat ada iven," kata dia.

GOR dapat dikomersilkan dengan agenda pertemuan, pesta pernikahan atau iven dari pihak swasta. Satu hari dibandrol sebesar Rp 2,5 juta sebagai tambahan untuk pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kalau anggaran pemeliharaan memang tidak ada. Maklumlah, APBD Siak tidak cukup jika dianggarkan ke sana," kata dia.

Pihaknya hanya menempatkan sebanyak 16 orang Tenaga Harian Lepas (THL) yang bertugas untuk pengamanan dan kebersihan. Sehingga kerusakan yang terjadi tidak dapat diperbaiki sebab tidak adanya anggaran.

"Selama ini kan dibersih-bersihkan saja, bukan memperbaiki yang rusak," kata dia.

Baca: Sudah Dapat Peringatan Ketiga Semenjak Tahun 2013, PT ASL Belum Penuhi Kewajiban

Ia mengaku telah mengajukan permohonan bantuan keuangan ke Provinsi Riau sebesar Rp 500 juta untuk perbaikan ringan. Namum, permohonan itu tidak dapat terkabul menyusul Pemprov Riau meniadakan APBD Perubahan 2018.

"Kita ajukan nanti pada 2019, mudah-mudahan dapat. Kalau harapkan APBD Siak sangat tidak mungkin," kata dia.

Diketahui, GOR Tualang menghabiskan dana APBD Siak sebesar Rp 59 miliar lebih. Pembangunan berlangsung dua tahap, yakni tahun 2014 dan 2015. Waktu itu, Kepala Dispora Siak dijabat oleh Hendrisan.

GOR yang diresmikan Bupati Siak Syamsuar itu dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektar dengan luas gedung secara keseluruhan 7.350 meter persegi.

GOR itu terdiri dari 3 lantai. Pada lantai pertama memiliki luas 4.250 meter persegi. Fasilitas yang ada di lantai ini yakni 1 unit ruangan gym dan staiting, 2 unit ruangan pengelola dan keamanan, 2 unit ruangan atlet beserta 2 kamar mandi, 1 unit ruangan VVIP dan 4 unit lavatory. Semuanya pakai penyejuk ruangan kecuali ruangan lavotary.

Baca: Ustaz Abdul Somad Kaget Saat Dengar dari Jamaah Bahwa Jumlah Gay di Pekanbaru Capai Ribuan

Sedangkan di lantai II memiliki luas 2.280 meter persegi dengan daya tampung tribun sebanyak 2.100 tempat duduk dan 50 kursi VVIP. Kemudian juga ada 10 ruangan tiket, 2 unit ruangan keamanan, 2 unit ruang gudang, 2 unit ruang informasi atau serbaguna, 1 unit ruangan VVIP dan 6 ruangan lavatory. Semua ruangan juga menggunakan penyejuk ruangan kecuali ruang lavatory.

Lantai III memiliki luas 820 meter persegi yang terdiri dari 1 unit ruangan operator, 1 unit ruangan pers, 1 unit ruangan komentator dan 2 unit ruangan lavatory atau toilet. Rancangan gedung tersebut dipilih sangat modern dan representatif sebagai sebuah GOR bagi seluruh cabang olahraga.

Pada awal diresmikan, masing-masing pengurus cabang olahraga sudah bisa menggelar berbagai iven olahraga yang sifatnya lebih spektakuler. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved