Bengkalis

Dinas Pertanian Bengkalis Antisipasi Tiga Jenis Penyakit Hewan Ternak Bengkalis

Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis terus melakukan monitoring penyakit yang membahayakan hewan ternak dan peliharaan di Bengkalis

Dinas Pertanian Bengkalis Antisipasi Tiga Jenis Penyakit Hewan Ternak Bengkalis
Tribun Pekanbaru/Muhammad Natsir
Dinas Pertanian Bengkalis Antisipasi Tiga Jenis Penyakit Hewan Ternak Bengkalis 

Laporan Wartawan Tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis terus melakukan monitoring penyakit yang membahayakan hewan ternak dan peliharaan di Bengkalis.

Setidaknya ada tiga penyakit hewan yang perlu diwaspadai pemilik hewan di Bengkalis karena pernah ada dan masih ada di Bengkalis.

Tiga penyakit hewan tersebut diantaranya rabies, Jemberana dan Flu Burung. Hal ini diungkap Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Bengkalis, H. M. Mardani, Kamis (18/10).

Baca: Bisa Libatkan Warga untuk Konten Lokal di Televisi

Baca: Beras Seberat 6,2 Ton dari ACT Riau dan Pemkab Siak akan Dikirim ke Palu

Menurut dia, pihak Dinas Pertanian Bengkalis terus mengawasi dan melakukan vaksinasi agar tiga penyakit hewan tidak berkembang di Bengkalis.

"Upaya pencegahan terus kita lakukan sampai saat ini. Baik sosialisasi maupun vaksinasi," kata dia.

Upaya vaksinasi dilakukan untuk menjaga kebebalan tubuh hewan ternak.

"Alhamdullah ini sudah tidak ada yang kita temukan sejak beberapa tahun. Tapi terus kita antisipasi," kata dia.

Saat ini potensi yang cukup besar penyakit yang menyerang hewan yakni penyakit jemberana, saat ini masih ada dua persen penyakit jemberana yang menyerang sapi jenis sapi bali.

"Apalagi populasi sapi bali saat ini hampir sembilan puluh persen ada di Bengkalis, dimana terbanyak di temukan di Siak Kecil dan Bukit Batu," kata dia.

Baca: Bawa Revolver dan Soft Gun, Supir L300 Tabrak Polisi di Tambusai

Baca: Ruang Kelas Terendam Banjir, Disdik Izinkan Sekolah Liburkan Siswanya

Menurut dia, penyakit ini di Bengkalis banyak menyerang terhadap produksifitas sapi, sehingga perlu dilakukan penanganan yang berkelanjutan.

Untuk itu pihaknya terus melakukan Vaksinasi dilakukan sebanyak empat kali dalam satu tahun.

"Sifat Jemberana menyerang kekebalan tubuh hewan, sehingga perlu terus diantisipasi agar keberadaan populasi sapi bali tetap terjaga," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved