Breaking News:

Rokan Hulu

Disparbud Rohul akan Jadikan Lokasi Pengembalaan Ternak sebagai Destinasi Wisata

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rokan Hulu (Rohul) akan menjadi lokasi pengembalaan ternak sebagai destinasi wisata

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Disparbud Rohul akan Jadikan Lokasi Pengembalaan Ternak sebagai Destinasi Wisata 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rokan Hulu (Rohul) akan menjadi lokasi pengembalaan ternak sebagai destinasi wisata.

Lokasi pengembalaan ternak di tiga desa di Kecamatan Rambah dan Kecamatan Bangun Purba, bakal dikembangkan oleh Disparbud Rohul sebagai destinasi pariwisata baru di daerah berjulukan Negeri Seribu Suluk itu.

Baca: Harga Menarik Kamera Ciamik, 4 Hape Ini Harganya Hanya Rp 2 Jutaan Saja

Baca: Naik dari Tahun 2018, UMP Riau Tahun 2019 Rp 2,6 Juta Lebih

Rencana tersebut terungkap di dalam Rapat Rencana Induk Pengembangan Wisata Sabana Pengembalaan Ternak di aula Kantor Disparbud Kabupaten Rohul, Pasirpangaraian pada Rabu (17/10/2018).

Rapat Rencana Induk dipimpin Kepala Disparbud Rohul Drs. Yusmar M.Si, turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Rohul Hj. Sumiartini, perwakilan Camat Rambah dan Camat Bangun Purba, Dinas Peternakan dan Perkebunan Rohul, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Rohul, Kepala Desa Tanjung Belit Mawardi, Ketua BPD Rohul, serta Ketua dan Anggota Kelompok Ternak.

Pada rapat yang dilaksanakan terungkap, luas lahan pengembalaan ternak yang ada di tiga desa, yakni Desa Tanjung Belit, Desa Bangun Purba Timur Jaya, dan Menaming, berdasarkan dokumen tahun 2002 seluas 160 hektar (ha). Dan berdasarkan dokumen tahun 2015 seluas 219 ha.

"Data tahun 2015 ini sebagai data awal yang dilakukan survey ulang," katanya, Kamis (18/10/2018).

Baca: Hasil Timnas U-19 Indonesia vs Taiwan Grup A Piala AFC U19 2018, Skor Imbang di Babak 1

Baca: Sampah Berserakan di Musim Hujan, Wakil Rakyat Minta DLHK dan Pihak segera Antisipasi

Ia menambahakan, data perkiraan luas lahan pengembalaan ternak sesuai data 6 kelompok, ada sekitar 255 ha, terdiri milik kelompok Pasir Siabu ‎sekira 60 ha, kelompok Pasir Panjang 50 ha, kelompok Pasir Pulang Hotang 25 ha, kelompok Tanjung Belit 50 ha, kelompok Pasir Genidi 40 ha, dan kelompok Pasir Pandak 30 ha.

Yusmar mengatakan, status lahan milik 6 kelompok tersebar di tiga desa ini adalah milik masyarakat, namun Disparbud minta agar pemerintah desa setempat mensosialisasikan ke masyarakat setempat.

Diakuinua, untuk status lahan, perlu dilakukan penyebaran kuesioner ke seluruh masyarakat di tiga desa,‎ sehingga tidak terjadi persoalan di belakang hari.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved