Breaking News:

Advertorial

Masuk Kategori Pariwisata Terpopuler, Festival Perang Air di Kota Selatpanjang Makin Diminati

Masuk Kategori Pariwisata Terpopuler, Festival Perang Air di Kota Selatpanjang Makin Diminati

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: harismanto
Humas Kabupaten Kepulauan Meranti
Masuk Kategori Pariwisata Terpopuler, Festival Perang Air di Kota Selatpanjang Makin Diminati 

Tradisi perang air di Selatpanjang ini, selain diikuti warga setempat juga diramaikan oleh ribuan warga Tionghoa dari berbagai negara mulai dari Malaysia, Singapura, Thailand, Australia bahkan dari Tiongkok.

Mereka datang untuk hanya menghabiskan waktu untuk mengikuti tradisi unik ini.

Bukan hanya penjual pistol air mainan yang mendapat berkah dari tradisi perang air ini, bahkan penarik becakmotor pun kecipratan rezeki
Bukan hanya penjual pistol air mainan yang mendapat berkah dari tradisi perang air ini, bahkan penarik becakmotor pun kecipratan rezeki (Humas Kabupaten Kepulauan Meranti)

Tradisi ini tak hanya mendatangkan kegembiraan kepada peserta perang air. Pedagang pistol air mainan juga kecipratan rezeki.

Seorang pedagang pistol air mainan, Rusdi, mengaku mendapat keuntungan hingga Rp 400 ribu selama dua jam pelaksanaan perang air.

“Perang airnya dimulai pukul 17.00 dan selesai pukul 19.00, selama dua jam itu puluhan pistol air mainan bisa saya jual,“ kata Rusdi, warga Jalan Rintis, Kecamatan Tebing Tinggi ini.

Pedagang lainnya, Hendrik, bahkan mendapat keun- tungan lebih besar lagi. Selain menjual pistol air mainan, ia juga menyediakan air sebagai peluru utama perang air.

“Saya bisa dapat Rp 800 ribu sehari. Memang lebih capek, soalnya saya sediakan air juga, jadi pembeli enggak repot repot mencari air,“ ungkapnya.

Tradisi perang air di Selatpanjang ini, selain diikuti warga setempat juga diramaikan oleh ribuan warga Tionghoa dari berbagai negara mulai dari Malaysia, Singapura, Thailand, Australia bahkan dari Tiongkok.
Tradisi perang air di Selatpanjang ini, selain diikuti warga setempat juga diramaikan oleh ribuan warga Tionghoa dari berbagai negara mulai dari Malaysia, Singapura, Thailand, Australia bahkan dari Tiongkok. (Humas Kabupaten Kepulauan Meranti)

Bukan hanya penjual pistol air mainan yang mendapat berkah dari tradisi perang air ini, bahkan penarik becakmotor pun kecipratan rezeki.

Sumardi, seorang penarikbecak motor mengatakan mendapat banyak penumpang.Hanya saja Sumardi harus rela basah kuyup karena ikut terkena semprotan air.

“Masalah harga sesuai dengan kesepakatan penumpang dan penarik becaknya. Sekali keliling kota minimal Rp 120 ribu,“ kata pria asal Garut, Jawa Barat ini.

Sumardi mengaku, saat perayaan Imlek tahun lalu ia sempat demam karena kedinginan terkena siraman air peserta perang air.

Namun ia tetap menarik penumpang yang meminta jasa keliling kota karena juga merasakan keseruan perang air. (adv)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved