Seleb

Roro Fitria Akan Gelar Pengajian untuk Mendiang Ibunda di Penjara

Roro Fitria akan mengadakan pengajian untuk mendoakan mendiang ibunya, Retno Winingsih, di Rumah Tahanan Pondok Bambu,

Roro Fitria Akan Gelar Pengajian untuk Mendiang Ibunda di Penjara
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugraha
Tangis Roro Fitria pecah saat tiba di makam ibundanya yang terletak di TPU Pemda Margodadi, Seyegan, Sleman, Selasa (16/10/2018). Roro tiba sekira pukul 12.25 Wib dan tak menjumpai prosesi pemakaman ibundanya, Retno Winingsih Yuliati. 

TRIBUNPEKANBARU.COM -  Roro Fitria kehilangan ibunda saat tengah menjalani hukuman atas kasus penyalahgunaan narkoba yang menjeratnya.

Ibunda Roro Fitria Retno Winingsih meninggal dunia setelah menjalani perawatan darurat di Rumah Sakit Fatmawatti, Jakarta Selatan pada Senin (15/10/2018) lalu. 

Roro Fitria akan mengadakan pengajian untuk mendoakan mendiang ibunya, Retno Winingsih, di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada Minggu (21/10/2018).

"Bu Roro besok (Minggu) mau pengajian (di Rutan Pondok Bambu)," ujar kuasa hukum Roro, Asgar Sjarfi saat dihubungi, Sabtu (20/10/2018).

Pengajian itu digelar untuk memperingati tujuh hari meninggalnya Retno.

Baca: Tangis Roro Fitria Pecah di Pusara Ibunda, Mama di Surga. . Mama di Surga

Baca: Sudah Berusaha Tegar Saat akan Tinggalkan Makam Ibunda, Roro Fitria Tiba-tiba Jatuh Pingsan

Asgar diundang oleh Roro, tetapi dia tidak bisa menghadiri karena kesibukan pekerjaan.

"Iya kami diundang, cuma enggak bisa datang karena ada agenda lain" ujarnya.

Roro Fitria saat memeluk pusara Ibundanya
Roro Fitria saat memeluk pusara Ibundanya (KOMPAS.com / Wijaya Kusuma)

Di sisi lain, Asgar mengatakan bahwa Roro yang semula amat terpukul, sudah berangsur membaik. Kondisinya saat ini mulai stabil.

Sebagai informasi, Roro tidak sempat menemui ibunya saat mengembuskan napas terakhir.

Namun, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengizinkan Roro untuk melihat pemakaman ibunya di Yogyakarta dengan didampingi oleh sejumlah polisi dan pegawai Kejaksaan Agung.

Adapun majelis hakim PN Jakarta Selatan telah memutus Roro empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta.

Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa sebesar lima tahun penjara.

Dalam penangkapan itu, polisi menemukan barang bukti 2 gram sabu dari tangan Roro. Namun, hasil tes urine Roro negatif. (*) 

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved