Indragiri Hilir

Kapolres Inhil Akui Ada Pemukulan oleh Anggotanya Terhadap Erizun Sebelum Ditemukan Gantung Diri

Beredarnya informasi dugaan kekerasan yang dilakukan oleh anggota Polsek Gaung Anak Serka (GAS) kepada korban akhirnya terjawab.

Kapolres Inhil Akui Ada Pemukulan oleh Anggotanya Terhadap Erizun Sebelum Ditemukan Gantung Diri
ISTIMEWA
Kapolres Inhil AKBP Christian Rony, S.IK, MH bersama rombongan saat berada di rumah korban Erizun, Senin (22/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunPekanbaru, T Muhammad Fadli 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Fakta baru dibalik kematian Erizun (31), seorang warga Teluk Pinang yang ditemukan gantung diri di Kebun kelapa akhirnya terkuak.

Beredarnya informasi dugaan kekerasan yang dilakukan oleh anggota Polsek Gaung Anak Serka (GAS) kepada korban akhirnya terjawab.

Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra, S.IK, MH membenarkan pemukulan yang dilakukan oleh anggota tersebut dua hari sebelum korban ditemukan gantung diri di Kebun kelapa Jalan Merdeka, Lr. Bumi Ayu, Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan GAS, Inhil, Sabtu (20/10/2018) siang.

Menurut Kapolres, pemukulan yang dilakukan oleh Kanit Reskrim Polsek GAS tersebut, untuk membela diri karena korban membawa senjata tajam (Sajam) saat mengamuk di Pasar Teluk Pinang.

“Pada kronologis kejadian saat itu, ada laporan masyarakat ke Polsek, katanya ada orang mabuk ngamuk di pasar. Anggota saya ke pasar, yang bersangkutan (korban) mengacung- ngacungkan pisau dipukul lah sama Kanit Reskrim, Seperti itu. Membela diri dari pada diserang,” ujar Kapolres Inhil kepada TribunPekanbaru.com di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Selasa (23/10/2018) pagi.

Baca: Keluarga: Erizun Diancam Sebelum Ditemukan Gantung Diri

Baca: Dokter Yayan Bantah Telah Keluarkan Hasil Visum Terkait Kematian Korban Erizun

Baca: Satu Anggota Polsek GAS Diperiksa Terkait Kematian Erizun yang Gantung Diri di Teluk Pinang

Perihal pemukulan ini, Kapolres menegaskan akan tetap menindak kasus pemukulan oleh anggotanya tersebut, disamping langkah – langkah lain terkait peristiwa ini.

“Langkah selanjutnya kita tetap proses (Kanit Reskrim Polsek GAS). Terus saya sudah memberi bantuan uang duka kepada keluarga korban. saya juga sudah melaksanakan mediasi dengan tokoh masyarakat,” jelas Kapolres.

Hasil Visum 

Dugaan kekerasan terhadap korban semakin menguat berdasarkan hasil visum resmi dari dr. Yayan terhadap korban.

Halaman
1234
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved