Breaking News:

Live Streaming

Kecam Pembakaran Bendera di Garut, Siang Ini 5.000 Orang Gelar Aksi Damai di Pekanbaru

Masyarakat berkumpul di Masjid Agung Annur, kemudian melakukan long march ke kawasan Tugu Zapin di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Sesri

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tak kurang dari 5.000 orang masyarakat Riau akan menggelar aksi damai, Kamis (25/10/2018) ini.

Aksi damai ini akan digelar setelah sholat zuhur.

Masyarakat akan berkumpul di Masjid Agung Annur, kemudian melakukan long march ke kawasan Tugu Zapin di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Masyarakat yang ikut ini sebagian besar adalah gabungan dari beberapa organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang ada di Riau dibawah naungan Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK).

Yana Suryana selaku Ketua GMMK Riau saat diwawancarai Tribunpekanbaru.com, Rabu (24/10/2018) menjelaskan, latar belakang digelarnya aksi ini yakni adanya peristiwa pembakaran bendera berkalimat tauhid oleh oknum Banser di Garut beberapa waktu lalu.

"Kita mengecam tindakan yang dilakukan oknum Banser yang melakukan pembakaran bendera berkalimat tauhid itu," ujar dia.

"Insya Allah saat aksi, bendera tauhid akan kita kibarkan sebanyak-banyaknya di Pekanbaru," lanjut Yana lagi.

Lanjut Yana, aksi pada Kamis siang ini diprediksi akan lebih ramai massanya dari aksi-aksi sebelumnya.

"Saya menargetkan minimal 5000 ribu orang yang akan ikut," sebutnya.

Baca: Ini Himbauan MUI Bengkalis Terkait Insiden Pembakaran Bendera di Jawa Barat

Baca: Kasus Pembakaran Bendera, Pemerintah Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi

Baca: Ustaz Abdul Somad Pimpin Lagu Indonesia Raya dan Ikut Gerek Bendera Merah Putih di Talang Mamak

Karena dibeberkannya, untuk anggota GMMK sendiri, setidaknya ada 63 ormas yang bergabung.

"Ditambah dengan ormas yang belum bergabung dengan GMMK. Karena banyak ormas yang melihat langkah GMMK ini, tertarik untuk ikut," ucap Yana.

Lebih jauh dia menjelaskan, dalam aksi ini juga, gabungan ormas islam ini akan menyampaikan surat pernyataan kepada Kapolda Riau yang berisi sejumlah poin aspirasi.

Melalui aksi yang diberi tema Parade Tauhid II Masyarakat Riau ini ditambahkan dia, diharapkan mampu menguatkankan kembali ukhuwah umat islam.

"Jangan biarkan penistaan terhadap simbol-simbol keislaman terjadi. Untuk itu kami minta agar pelakunya diproses secara hukum," tandasnya. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved