Siak

Muncul Grup Gay Siak-Dayun di FB, Masyarakat Khawatir

Sebuah grup di akun FB bernama Gay Siak Dayun membuat masyarakat semakin khawatir. Grup pada akun itu telah beranggotakan 503 anggota

Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Anti LGBT se Riau Tolak Perilaku LGBT menggelar aksi damai di kawasan car free day, Jalan Sudirman Pekanbaru, Minggu (11/2/2018). Dalam aksinya para mahasiswa menolak segala bentuk perilaku LGBT karena tidak sesuai dengan seluruh norma yang ada di masyarakat. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Rencananya, sosialisasi bakal terus dilakukan ke sekolah tingkat SMA dan SMP seluruh kabupaten Siak.

"Kita tidak main main dengan permasalahan LGBT ini. Perilaku penyimpangan seksual merupakan penyakit berbahaya, yang dapat menular kepada siapa saja baik itu pelajar, masyarakat yang sudah tamat sekolah. Karena itu Pemkab Siak mencari langkah langkah agar sosialisasi, rehabilitasi dan penindakan dapat diterapkan," kata dia.

Baca: Ustaz Abdul Somad Minta Mahasiswa Perkuat Akidah untuk Melawan Perilaku Menyimpang

Menurut Budhi, untuk sosialisasi tahap ke II, semua pihak dilibatkan, seperti dinas kesehatan, pendidikan, MUI, Kemenag, FKUB Siak serta pihak kepolisian.

Pencegahan itu tidak dapat dilakukan jika tidak didukung banyak elemen.

"Pada sosialisasi akan datang kita ingin materi yang disajikan sampai ke siswa, dari segi kesehatan apa bahayanya, juga dari sisi agama juga apa bahaya yang di timbulkan oleh pelaku LGBT dan pergaulan bebas itu," kata dia.

Budhi juga belum bisa mendeteksi berapa jumlah warga yang sudah memiliki kecendrungan untuk menganut perilaku LGBT.

Melalui seluruh struktur pemerintahan, pihaknya akan mendeteksi keberadaan LGBT dari kampung ke kampung.

Sekretaris Majelis Ulamah Indonesia (MUI) kabupaten Siak Nizamil Muluq mengatakan, teknologi informasi telah mendorong percepatan pengetahuan dan informasi. Termasuk juga terkait informasi yang dapat merugikan generasi muda.

Baca: 9 Komunitas Gay Terpantau di Dumai, Satu Grup Facebook Beranggotakan hingga 98 Orang

Baca: Grup Gay SMP/SMA Garut di Facebook Kirim Foto untuk Cari Mangsa Baru

"Siapa yang tidak memiliki smartphone (telpone pintar) hari ini. Anak SMP saja sudah punya, informasi dan media sosial tidak ada lagi difilter atau sekat, artinya anak anak dengan mudah mengaksesnya, sehingga akan berbahaya bila orangtua tidak berperan untuk menghentikannya," kata dia.

Ia mengharapkan, materi sosialisasi yang disajikan benar -benar dapat dipahami oleh siswa.

Untuk setiap sekolah juga dituntut mengaktifkan ekstra kurikuler agar siswa mempunyai kesibukan.

"Sebenarnya ada tiga penyebap seseorang melakukan perilaku menyimpang, pertama faktor keluarga, lingkungan dan genetik. Kita mengharapkan sosialisasi ini diberikan tidak hanya kepada siswa tetapi para guru juga,"tutup Nizamil Muluq.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved