Dumai

Korban Banjir di Kelurahan Bintan Mulai Terserang Penyakit

Sejumlah warga korban banjir Kota Dumai yang mengungsi di tenda darurat mulai terserang penyakit.

Korban Banjir di Kelurahan Bintan Mulai Terserang Penyakit
Tribun Pekanbaru
Ilustrasi - Sejumlah kelurahan di Kota Dumai kembali terkena dampak banjir, Rabu (24/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM, DUMAI - Sejumlah warga korban banjir Kota Dumai yang mengungsi di tenda darurat mulai terserang penyakit. Mereka mengalami gatal, batuk dan diare.

Kondisi ini terjadi lantaran para pengungsi sudah berada di tenda darurat sejak, Selasa (23/10/2018) kemarin.

Para pengungsi masih bertahan di tenda darurat hingga Jum'at (26/10/2018).

Baca: Kabar Duka, Ayah Arumi Bachsin Meninggal Dunia, Pecah Pembuluh Darah? Ini Kata Kerabat Almarhum

Mereka memilih bertahan di tenda karena banjir yang merendam rumahnya belum kunjung surut. Kondisi ini terlihat di tenda darurat belakang Plaza Ramayana Dumai.

Mereka yang ada di tenda itu adalah warga dari RT 16 Kelurahan Bintan. Warga mengaku yang terserang gatal-gatal kebanyakan anak-anak. Mereka ingin ada pengobatan bagi anak-anak, agar tidak semakin parah.

"Anak-anak kami mulai gatal-gatal, sebab sudah beberapa hari ini di tenda terus. Kalau bisa ada pengobatan," papar satu pengungsi, Lusmiati kepada Tribun, Jum'at siang.

Menurutnya, kondisi di tenda sangat terbatas. Mereka tidak punya persediaan obat-obatan khusus. Saat ini yang berdatangan bantuan berupa bahan makanan bagi para pengungsi.

Baca: Sinead OConnor Umumkan Sudah Mualaf dan Punya Nama Baru, Aku Bangga Sudah Jadi Muslim

Mereka juga butuh air bersih lebih banyak lagi. Saat ini air bersih yang ada belum mencukupi. Mereka juga berharap agar tersedia MCK darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Dumai, Afrilagan menyebut bahwa para pengungsi banjir di Kelurahan Bintan mulai terserang sejumlah penyakit.

Di antaranya aat ini gatal-gatal, batuk dan diare. Mereka yang terserang penyakit yakni tidak cuma warga yang mengungsi di tenda darurat belakang Plaza Ramayana.

Mereka yang mengungsi di lantai dua Kantor Lurah Bintan juga mulai terserang penyakit.

Baca: Live Streaming Indonesian Idol Junior 2018, 10 Juniors di Spektakuler Show, Siapa yang Bertahan?

Pihak BPBD Kota Dumai pun segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan.

Sehingga bisa berkordinasi degan puskemas setempat untuk melakukan pengobatan bagi korban banjir. (*)

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved