Sumbar

Kasus Cabul Marak di Mentawai, Polsek Sikakap Berdayakan Generasi Muda Lewat Pramuka

Sejak awal 2017 hingga September 2018, Polsek Sikakap, Kepulauan Mentawai, Sumbar, telah menerima 14 laporan kasus pencabulan

Kasus Cabul Marak di Mentawai, Polsek Sikakap Berdayakan Generasi Muda Lewat Pramuka
Tribun Pekanbaru/Riki Suardi
Kasus Cabul Marak di Mentawai, Polsek Sikakap Berdayakan Generasi Muda Lewat Pramuka. Waka Polsek Sikakap, Ipda Januar. 

Kasus Cabul Marak di Mentawai, Polsek Sikakap Berdayakan Generasi Muda Lewat Pramuka

Laporan Kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi dari Mentawai

TRIBUNPADANG.COM, MENTAWAI - Sejak awal 2017 hingga September 2018, Polsek Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumbar, telah menerima 14 laporan kasus pencabulan.

Dari jumlah tersebut, empat kasus di antaranya terjadi dalam rentang Januari hingga September tahun ini.

Baca: Ujian CAT SKD Peserta Seleksi CPNS Inhil Mulai Minggu 25 Oktober 2018, Cek Link Ini

Baca: Pertandingan Atalanta Vs Parma Liga Italia Sabtu 27 Oktober 2018, Kick Off Pukul 20.00 WIB

Wakil Kepala Polisi Sektor Sikakap Ipda Januar mengatakan, kasus pencabulan di wilayah hukum Polsek Sikakap yang meliputi Kecamatan Sikakap, Pagai Utara dan Pagai Selatan paling dominan dibandingkan kasus kejatan lainnya.

Bahkan kasus pencabulan itu, bisa dikatakan ibarat gunung es.

"Kasus pencabulan yang kami tangani ini baru puncaknya (gunung es) saja, karena itu yang terlihat. Sedangkan yang tak terlihat mungkin lebih banyak jumlahnya," kata Januar kepada tribunpadang.com saat ditemui di Mapolsek Sikakap, Kamis (25/10/3018) kemarin.

Kasus yang tak terlihat ini, lanjutnya, karena pihak keluarga korban tidak mau melapor dan cenderung menyelesaikan persoalan cabul melalui musyawarah adat, sehingga cara penyelesaian seperti ini menjadi penyebab kasus pencabulan marak terjadi di wilayah hukum Polsek Sikakap.

Baca: STIKes PMC Gelar Seminar Keperawatan dan Lantik Pengurus Batu Himakep PMC

Baca: Viral Tupai Betina Seksi dengan Dada Menonjol sempat Dikira Payudara, Ini Penjelasannya

"Penyelesaian secara adat itu jelas tidak memberikan efek jera kepada pelaku, sehingga banyak pelaku yang nekat mencabuli anak-anak di bawah umur. Bahkan, ada juga pelaku yang mencabuli korbannya lebih dari satu orang," ujarnya.

Penyebab lainnya kasus pencabulan marak, sebut Januar, adalah faktor ketidak pahaman pelaku soal hukum negara, dan resiko lain yang dialami korban, karena di wilayah hukum Polsek Sikakap, pengetahuan masyarakatnya masih minim dan jauh ketinggalan dari daerah lain di Sumbar.

Halaman
123
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved