Pekanbaru

Medi One Gelar Customer Gathering Bincang Sehat di Pekanbaru, Hadirkan Dokter Saraf dari Malaysia

Medi One, menyelenggarakan Customer Gathering dan Bincang Sehat bersama dokter spesialis saraf dari Malaysia.

Medi One Gelar Customer Gathering Bincang Sehat di Pekanbaru, Hadirkan Dokter Saraf dari Malaysia
Tribun Pekanbaru/Hendri Gusmulyadi
Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Pantai Hospital Ayer Keroh Ruban Kenesalingam, memberikan materi mengenai stroke di hadapan puluhan masyarakat Pekanbaru. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perusahaan yang bertindak sebagai mitra pemasaran untuk layanan beberapa rumah sakit di Malaysia dan Singapura di Indonesia, Medi One, menyelenggarakan Customer Gathering dan Bincang Sehat bersama dokter spesialis saraf dari rumah sakit Pantai Hospital Ayer Keroh, Malaysia, Dr Ruban Kenesalingam, di salah satu Hotel Jalan Riau Pekanbaru, Sabtu (28/10/2018) malam.

Adapun tema bicang sehat malam itu fokus pada pencegahan dan pengobatan mengenai penyakit stroke. Hadir saat itu puluhan masyarakat Pekanbaru dari berbagai kalangan.

Baca: Link Live Streaming Mitra Kukar Vs PSIS Semarang Pekan 28 Liga 1, Kick Off Pukul 15.30 WIB

Dalam materi perbincangannya, Ruban memaparkan beberapa penyebab dan resiko yang dapat timbul ketika sesorang mengidap stroke. Baik itu kelumpuhan pada bagian tubuh hingga resiko yang paling fatal yakni kematian.

Ruban pun menyampaikan, resiko yang diakibatkan oleh penyakit stroke sebenarnya dapat dihindari jika penangan dapat dilakukan dengan cepat. Terutama keluarga pasien, harus mengetahui langkah yang perlu dilakukan ketika salah satu anggota keluarganya secara tiba-tiba terjangkit penyakit ini.

"Ketika kita tahu ada keluarga kita yang secara tiba terkena stroke, langsung bawa ke rumah sakit, harus (langsung, red), jangan tunda. Jika cepat, maka resiko lumpuh dan kematian dapat kita minimalisir dengan pengobatan terkini yang disebut pemberian obat rt-PA. Rentan waktunya adalah paling telat 4 setengah jam sudah harus tiba di rumah sakit sejak terjangkit. Maka kalau sesuai dengan waktu itu, kalau sebuah rumah sakit sudah punya pengobatan rt-PA, maka resiko-resiko akibat stroke bisa diminimalisir, bahkan bisa sembuh lebih cepat," jelas Ruban.

Baca: VIDEO: Blak-blakan, Sule Ungkap Keahlian Marion Jola Selain Bernyanyi

Ruban menyebutkan, pemberian obat rt-PA hanya berlaku untuk stroke jenis iskemik. Stroke yang diakibatkan oleh terjadinya penyembutan di pembuluh darah, sehingga suplay darah ke otak menjadi terhambat.

"Jika stroke hemoragik yang terjadi saat pembuluh darah di otak mengalami kebocoran atau pecah, itu tidak bisa dengan pengibatan rt-PA, dan harus dilakukan tindakan operasi. Kalau orang-orang awam kan tidak tahu, harus dicek dulu di rumah sakit apakah seseorang terkena stroke iskemik atau hemoragenik. Yang jelas saat seseorang diduga kena stroke, langsung bawa ke rumah sakit dengan cepat, dan jangan tunda" tutur Ruban.

Indonesia kata Ruban, salah satu negara yang mayarakatnya paling banyak mengidap stroke. Bahkan ke Pantai Hospital Ayer Keroh, jumlah masyarakat Indonesia yang berobat dengan keluhan stroke mencapai angka 5000 pasien pertahun. Sedangkan untuk Riau, angka kunjungan pasien di jenis penyakit ini mencapai 600 pasien pertahun.

"Riau yang paling banyak berobat stroke ke rumah sakit kami di banding daerah lain dari Indonesia. Rumah sakit kita, pengobatan stoke menjadi salah satu unggulan dengan teknologi pengobatan terkini, selain itu kita juga punya keunggulan untuk pengobatan penyakit lainnya," jelasnya.

Baca: 168 Desa Dipastikan Ikut Pekan Olahraga Memperebutkan Piala Menpora di Kampar

Halaman
12
Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved