Pekanbaru

Baru 7 Persen Masyarakat yang Bisa Dilayani, Investor Lirik Pengolahan Air Minum di Pekanbaru

Baru 7 persen masyarakat yang bisa menikmati layanan air minum, investor lirik pengolahan air minum di Pekanbaru

Baru 7 Persen Masyarakat yang Bisa Dilayani, Investor Lirik Pengolahan Air Minum di Pekanbaru
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgiono
Baru 7 Persen Masyarakat yang Bisa Dilayani, Investor Lirik Pengolahan Air Minum di Pekanbaru 

Kemas mengungkapkan, proyek KPBU SPAM ini dijadwalkan akan mulai dilelang pada Desember 2018 ini.

Proses lelang ditergetkan akan tuntas dalam waktu selama lebih kurang 3,5 bulan.

"Perkiraan kita di Bulan Juni 2019 sudah didapatkan pemenang tendernya," ujaranya.

Setelah ditetapkan pemenangnya, maka akan ada waktu enam bulan yang akan dimanfaatkan bagi Pemko Pekanbaru dan pihak investor sebelum memulai pekerjaan fisiknya.

"Kita dari Pemko tentu menyiapkan izin-izinya. Sedangkan dari investor nanti akan menyiapkan terlebih dahulu DEDnya, mencari Sub Kontratktornya, dan mengurus peminjaman dana di bank," katanya.

Proyek penyediaan air minum di Kota Pekanbaru diprediksi akan menelan anggaran sebesar Rp 750 miliar.

Proyek ini pun ditergetkan akan tuntas pembangunan fisinya pada tahun 2020.

Seperti diketahui, Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) kerjasama pemerintah dengan badan usaha terus digesa.

Puluhan investor yang konsen dibidang penyediaan air bersih dari dalam dan luar negeri tiba di Pekanbaru, Selasa (30/10/2018).

Kedatangan para investor ini adalah untuk mengikuti market sounding yang digelar oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak. Para investor ini langsung mengecek ke lokasi pengolahan air bersih yang ada di Jalan Pemuda tepatnya dipinggir Sungai Siak.

Seluruh investor yang hadir pada kesempatan ini melihat langsung sejumlah fasilitas yan ada di lokasi pengolahan ini.

Mulai dari lokasi pengambilan air di pinggir sungai siak, hingga ke tempat pengolahan air.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setdako Pekanbaru, Azwan mengungkapkan, kedatangan investor dari dalam dan luar negeri ini adalah dalam rangka untuk menghadiri market sounding proyek KPBU SPAM.

"Pesertanya lebih kurang ada 40 an orang. Mereka adalah investor yang selama ini memang konsen dalam pengembangan air minum, baik didalam maupun luar negeri," katanya.

Azwan menegaskan, ketersediaan air bersih yang layak untuk dijadikan sebagai air minum dan bisa didapatkan langsung dengan memutar kran dirumah-rumah sudah lama dinantikan oleh warga Pekanbaru. Itulah sebabnya pihaknya berharap proyek ini benar-benar bisa digesa pembangunannya sehingga masyarakat bisa menikmati layanan ini.

"Masyarakat Pekanbaru sudah lama bermimpi dan mendambakan penyediaan air minum yang profesional," ujarnya.

Sebab hingga saat ini penyediaan air minum yang dilayani oleh PDAM Tirta Siak hanya menjangkau sekitar 7 persen dari jumlah penduduk kota Pekanbaru.

"Padahal jumlah penduduk dan perumahan di Pekanbaru ini terus berkembang pesat. Ini tentu proyek ini sangat menjanjikan," katanya.

Apalagi, lanjut Azwan, sumber air baku yang akan diolah sudah tersedia yakni, air dari Sungai Siak. Sehingga tidak sulit bagi investor untuk mencari air yang akan dijadikan bahan baku untuk diolah menjadi air yang siap minum.

"Kita dari Pemko Pekanbaru menjamin kepada investor, bahwa Kota Pekanbaru merupakan daerah yang aman dan kondusif untuk berinvestasi," katanya.

Sebagai daerah yang tidak memiliki sumber daya alam yang memadai, maka pihaknya harus menjamin keamanan bagi para investor.

Sebagai sebagai kota yang bergerak dibidang industri, perdagangan dan jasa.

Maka dibutuhkan kondisi sosial dan politik yang aman dan kondusif.

"Kita memberikan jaminan kepada investor tidak akan ada gangguan keamanan yang signifikan terhadap proyek ini," ujarnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menjamin dari sisi regulasi.

Sebab para investor khawatir jika nanti pimpinan berganti, maka regulasi juga berganti yang bisa menghambat pekerjaan proyek tersebut.

"Dari sisi regulasi kita sudah lindungi dalam bentuk Perda. Sekarang Perda tentang penyediaan air minum sedang dibahas. Jadi nanti siapapun kepala daerah yang menjadi walikota, tetap harus melaksanakan program ini," katanya. (*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved