Pelalawan

Dinas PUPR Sebut Progres Pengerjaan Proyek Rehab Gedung DPRD Pelalawan Hanya 16 Persen

Proses pengerjan proyek rehabilitasi gedung DPRD Pelalawan sudah berjalan empat bulan sejak penandatangan kontrak.

Dinas PUPR Sebut Progres Pengerjaan Proyek Rehab Gedung DPRD Pelalawan Hanya 16 Persen
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
kondisi proyek rehab gedung DPRD Pelalawan yang mulai terbengkalai. Pegawai Dinas PUPR tengah melakukan penghitungan aset-aset, Selasa (30/10/2018). 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Proses pengerjan proyek rehabilitasi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan sudah berjalan empat bulan sejak penandatangan kontrak oleh PT Kemuning Yona Pratama sebagai kontraktor pemenang tender.

Namun hasil pengerjaan belum menampakan hasil yang maksimal sesuai dengan target. Bahkan tukang yang bekerja tinggal tiga orang saja dengan pekerjaan yang banyak. Alhasil proyek senilai Rp 3,2 Miliar itu seakan terbengkalai.

Baca: VIDEO : 55 Pengendara Terjaring Razia Zebra Muara Takus di Pekanbaru

Berdasarkan hasil perhitungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan progres pekerjaan jauh dari target yang ditetapkan. Hingga akhir Oktober ini hasil kerja kontraktor PT Kemuning Yona Pratama hanya 16 persen selama tiga bulan lebih.

"Per tanggal 25 Oktober kemarin bobot pekerjan 15,88 persen. Sekarang sudah 16 persen. Naik 0,12 saja," beber Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Pelalawan, Tomas, kepada tribunpelalawan.com, Selasa (30/10/2018).

Baca: Roger Danuarta Disebut Mualaf,Manajemen Sinetron Pastikan Video Ucap Syahadat Bukan Adegan Syuting

Tomas mengakui jika sistem kerja pemborong cukup lamban. Pihaknya sudah melayangkan dua kali surat teguran kepada kontraktor pelaksana.

Surat teguran pertama dua dikirimkan dua bulan lalu, diminta mempercepat pekerjaan. Lantaran progres masih lamban, surat teguran kedua diberikan dua pekan lalu.

Dinas PUPR akan melihat evaluasi pekerjaan dalam dua pekan ini. Jika kinerjanya masih lamban, surat teguran ketiga akan dikeluarkan.

Selanjut evaluasi kembali dilakukan terhadap pekerjaan.

Apabila tak kunjung ada progres yang memuaskan, maka akan diambil tindakan pemutusan kontrak dari Dinas PUPR.

"Kendala kontraktor katanya masih menunggu atap yang dipesan.

Baca: LIVE Bola Indosiar Persib Bandung Vs Bali United Pukul 18.30 WIB, Prediksi Susunan Pemain

Mereka janji tanggal 1 November ini atap akan datang," tambah Tomas.

Setelah atap datang, dilakukan pembongkaran atap lama dan langsung diganti dengan atap baru. Pekerja akan ditambah untuk menuntaskan sisa pekerjaan di lantai II, III, serta bagian luar. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved