Ada 'Satu Jari' di Suramadu, Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu oleh Advokat Rantau

Jokowi diduga melakukan kampanye terselubung oleh Advokat Rantau dan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)

Ada 'Satu Jari' di Suramadu, Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu oleh Advokat Rantau
SURYA.co.id/Aqwamit Torik
Presiden Jokowi usai peresmian pembebasan bea masuk tol Suramadu, Sabtu (27/10/2018). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Suramadu pada akhir pekan lalu menuai polemik.

Jokowi diduga melakukan kampanye terselubung oleh Advokat Rantau.

Jokowi yang datang ke Suramadu untuk mengumumkan penggratisan biaya masuk itu dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) oleh Advokat Rantau.

Tahu dilaporkan ke Bawaslu, Jokowi pun mengaku tidak meminta para kiai dan tokoh masyarakat Madura mengacungkan satu jari saat berada di jembatan Suramadu.

Bahkan, Jokowi mengaku justru melarang para kiai dan tokoh masyarakat yang hadir untuk mengacungkan jari karena bisa melanggar aturan kampanye.

Baca: Blusukan, Jokowi: Jangan Masuk Pasar Teriak Mahal, Nanti Pedagang Marah

Baca: Bertatap Muka dengan Keluarga Korban Lion Air JT 610, Presiden Jokowi Sampaikan Hal Ini

Baca: VIDEO: Tanggapan Bupati Harris Terkait Panggilan Bawaslu Riau Karena Ikut Deklarasi Dukung Jokowi

"Kanan kiri kami ada kiai, ada tokoh masyarakat, ada yang mengacungkan jari juga sudah saya ingatkan saat itu. Tidak usah, tidak usah," kata Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Oleh karena itu, Jokowi tak merasa dirinya melakukan kampanye terselubung saat meresmikan pembebasan tarif jembatan Suramadu.

"Beda kalau saya suruh tunjuk jari. Justru saya ingatkan, jangan, enggak usah, enggak usah," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi dilaporkan ke Bawaslu oleh Rubby Cahyady, seorang warga sipil yang tergabung dalam Forum Advokat Rantau.

Rubby menduga Jokowi yang mencalonkan diri dalam Pilpres 2019 melakukan kampanye saat bertugas sebagai Presiden.

Hal itu terlihat dari pose satu jari yang ditunjukkan beberapa orang yang berfoto bersama Presiden ketika acara peresmian berlangsung.

Pose tersebut dinilai menunjukkan citra diri Jokowi sebagai capres nomor urut 01.

"Diduga hal tersebut adalah merupakan pelanggaran kampanye, kampanye terselubung yang langsung di Suramadu dan pada masa kampanye, serta diviralkan melalui media massa. Terlebih di saat kesempatan tersebut (warga) memberikan simbol salam satu jari yang merupakan citra diri Pak Jokowi sebagai salah satu calon presiden," kata Rubby di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

 Dalam laporannya, Rubby membawa bukti berupa pemberitaan media yang memuat pose satu jari sejumlah pihak yang hadir saat peresmian.

Meski Jokowi tak terlihat berpose satu jari, tetapi, Ruby menilai, unsur kampanye terselubung tetap terlihat dari pose satu jari yang ditunjukkan orang-orang di sekelilingnya. (*)

Editor: Sesri
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved