Pekanbaru

VIDEO: Aksi Demo Driver Gojek Pekanbaru, Tuntut Manajemen Tindak Pelaku Order Fiktif

Ratusan Driver Gojek Pekanbaru melakukan aksi damai di depan Kantor Gojek Pekanbaru, Jalan Jendral Sudirman, Kamis siang (1/11/2018).

Laporan videografer tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Ratusan Driver Gojek Pekanbaru melakukan aksi damai di depan Kantor Gojek Pekanbaru, Jalan Jendral Sudirman, Kamis siang (1/11/2018).

Dalam aksi kali ini ada tiga poin yang disampaikan kepada PT. Gojek Indonesia melalui Kantor Cabang Pekanbaru.

"Pertama kita minta supaya di Hapus tuyul/fake GPS atau pengguna aplikasi tanbahan dari Bumi Lancang Kuning," kata Wakil Ketua Paguyuban Driver Gojek Pekanbaru, Novan Rizka Alizar kepada tribunpekanbaru.com.

Baca: CPNS 2018, Tak Ada Peserta yang Lulus di Hari Terakhir Tes SKD di Kepulauan Meranti

Kemudian poin kedua para pelaku order fiktif ditindak tegas secara hukum.

"Kemudian kita minta tangkap pelaku dan pembuat aplikasi tambahan," katanya.

Menurut Novan, dengan adanya aplikasi tambahan yang diduga dilakukan oleh oknum driver online seperti penggunakan GPS tuyul berdampak merugikan bagi driver gojek yang hanya menggunakan aplikasi yang disediakan oleh PT. Gojek Indonesia.

"Termasuk juga order fiktif, itu merugikan kita dan jadinya performa kita tidak baik," katanya.

Baca: Hasil Babak 1 Persiraja Vs PSS Sleman Babak 8 Besar Liga 2, Tuan Rumah Tertinggal Sementara

Sementara itu, Supervisor Oprasional Kantor Gojek Pekanbaru, Bayu kepada tribunpekanbaru.com, menuturkan apa yang menjadi aspirasi driver gojek sebagai mitra diterima.

"Kita dari Kantor Gojek Pekanbaru menerima apa yang menjadi aspirasi dari teman-teman mitra. Penghapusan tuyul atau fake gps atau apalikasi tambahan ini memang juga sejalan dengan keinginan kita, karena inikan sudah mencurangi sistem," kata Bayu.

Baca: Ini Jadwal Pertandingan Semifinal dan Final Piala Soeratin U 17 Zona Riau

Lebih lanjut dikatakanya, penggunakan aplikasi tambahan tersebut sudah jelas tidak dibenarkan dan telah menyalahi Standar Operasional Prosedur (sop) perusahaan.

"Kalau untuk jumlahnya kita di Pekanbaru tidak bisa akses siapa dan berapa jumlahnya yang pakai aplikasi tambahan ini, " katanya.

Baca: VIDEO: Karena Ujian CPNS, Petugas Parkir di Plaza Rengat Raup Rp 200 ribu per Hari

Menurut Bayu, jika nanti ditemukan para driver curang dengan menggunakan aplikasi tambahan tersebut bisa dikenai sanksi berupa pemutusan kerja sama mitra.

"Kalau persoalan hukum tentu kita serahkan ke pimpinan seperti apa prosesnya," pungkasnya.

Dalam aksi tersebut, para driver juga menggalang tanda tangan petisi dukungan yang dibentangkan disekitar Kantor Gojek Pekanbaru. (*)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved