Padang

Diguyur Hujan Lebat Air Banda Bakali Kota Padang Meluap hingga ke Pemukiman Warga

Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang sejak Jumat (2/10/2018) siang hingga sore, membuat debit air di Banda Bakali Alai Parak Kopi yang menjadi muara

Diguyur Hujan Lebat Air Banda Bakali Kota Padang Meluap hingga ke Pemukiman Warga
Ist
Jembatan Baringin yang tengah di bangun rusak akibat meluapnya debit air sungai karena hujan lebat. 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang sejak Jumat (2/10/2018) siang hingga sore, membuat debit air di Banda Bakali Alai Parak Kopi yang menjadi muara dari sejumlah sungai di Kota Padang, meluap.

Hendri, salah seorang warga Parak Kopi yang dihubungi tribunpadang.com via handphone, menyebut debit air Banda Bekali sudah meluap di beberapa titik di sepanjang Bandar Bekali Alai Parak Kopi. Bahkan, kondisi air tampak rata dengan jalan.

Baca: FOTO: Kerap Banjir, Petugas PUPR Pekanbaru Bersihkan Selokan Jalan Arifin Achmad Pekanbaru

Kemudian, jembatan kereta api yang berada di Banda Bekali Alai Parak Kopi, juga nyaris tenggelam. Bahkan, jika ketinggian debit air naik hingga 1 meter, lagi, maka jembatan kereta api itu juga akan tampak rata dengan sungai.

"Selain itu, beberapa rumah warga di Alai Parak Kopi saat ini sudah ada yang digenangi banjir hingga ketinggian mencapai 30 sentimeter. Masyarakat di sekitar sini sudah mulai cemas," kata Hendri, Jumat sore.

Pria berusia 38 tahun itu juga menyebut baru kali ini kondisi air di Banda Bekali yang ketinggiannya mencapai bibir jalan. "Saya lahir dan besar di sini. Selama saya tinggal di sini, tidak pernah ada kondisi yang seperti ini," imbuhnya.

Air Banda Bekali Alai Parak Kopi meluap dan telah menywntuh bibir jalan, termasuk rel kereta api Padang-Pariaman
Air Banda Bekali Alai Parak Kopi meluap dan telah menywntuh bibir jalan, termasuk rel kereta api Padang-Pariaman (Ist)

Petugas BPBD Kota Padang Hariza Riko mengatakan, selain di Bandar Bekali Alai Parak Kopi, hujan lebat juga membuat debit air di Sungai Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, juga nyaris meluap hingga ke pemukiman warga.

Baca: Korban Banjir di Kelurahan Bintan Mulai Terserang Penyakit

Bahkan, luapan air di Sungai Baringin itu juga menghantam dan merusak jembatan penghubung antara Baringin dengan Kelurahan Koto Lalang yang pembangunan jembatannya, tengah berlangsung.

Kemudian, beberapa jalan utama di Kota Padang juga ikut terdampak. Di antaranya, Jalan Aru, Lubeg dan Jalan Bandar Buat, Lubuk Kilangan, tepatnya di kawasan Simpang Gadut.

"Akibat ketinggian air yang mencapai 30 sentimeter di badan jalan, membuat sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat mogok di jalanan, karena mengalami mati mesin," ujarnya kepada tirbunpadang.com.

Baca: Jalan Penghubung Dua Desa Terputus, Banjir di Pangkalan Bunut Mulai Surut

Saat ini, lanjut Riko, sejumlah petugas BPBD Kota Padang sudah turun ke berbagai titik banjir untuk memantau ketinggian air serta dampak dari banjir yang terjadi. Namun, lokasi mana saja, Riko belum bisa menjelaskan.

"Masih dihimpun. Nanti kami sampaikan datanya," katanya. Riko pun mengimbau agar masyarakat Kota Padang, khususnya yang tinggal yang tidak jauh dari daerah aliran sungai untuk waspada dan jangan mendekati bibir sungai.

"Kepada masyarakat, sebaiknya jangan mendekat ke sungai, karena khawatir jika air semakin meluap dan masyarakat tidak berhati-hati, maka bisa terseret arus dan hanyut. Jadi,saya harap jangan dekati bibir sungai," imbaunya.(*)

Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved