Tribun Photo

FOTO : Driver Gojek Pekanbaru Aksi Damai di Depan Kantornya

pengendara ojek online Gojek di Pekanbaru menggelar aksi damai di depan Kantor Gojek Pekanbaru, Kamis (1/11/2018).

FOTO : Driver Gojek Pekanbaru Aksi Damai di Depan Kantornya - aksi-dalam-gojek-pekanbaru-oke_20181102_065807.jpg
TRIBUN PEKANBARU/THEOM RIZKY
Ratusan pengendara ojek online Gojek di Pekanbaru menggelar aksi damai di depan Kantor Gojek Pekanbaru, Kamis (1/11/2018). Massa aksi menuntut agar manajemen Gojek menindak pengguna aplikasi tambahan yang dapat menjurus kepada penipuan, seperti dapat membuat pesanan fiktif atau biasa disebut tuyul.
FOTO : Driver Gojek Pekanbaru Aksi Damai di Depan Kantornya - aksi-dalam-gojek-pekanbaru-ok_20181102_065807.jpg
TRIBUN PEKANBARU/THEOM RIZKY
Ratusan pengendara ojek online Gojek di Pekanbaru menggelar aksi damai di depan Kantor Gojek Pekanbaru, Kamis (1/11/2018). Massa aksi menuntut agar manajemen Gojek menindak pengguna aplikasi tambahan yang dapat menjurus kepada penipuan, seperti dapat membuat pesanan fiktif atau biasa disebut tuyul.
FOTO : Driver Gojek Pekanbaru Aksi Damai di Depan Kantornya - aksi-dalam-gojek-pekanbaru_20181102_065725.jpg
TRIBUN PEKANBARU/THEOM RIZKY
Ratusan pengendara ojek online Gojek di Pekanbaru menggelar aksi damai di depan Kantor Gojek Pekanbaru, Kamis (1/11/2018). Massa aksi menuntut agar manajemen Gojek menindak pengguna aplikasi tambahan yang dapat menjurus kepada penipuan, seperti dapat membuat pesanan fiktif atau biasa disebut tuyul.

Laporan Fotografer Tribunpekanbaru.com, Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan pengendara ojek online Gojek di Pekanbaru menggelar aksi damai di depan Kantor Gojek Pekanbaru, Kamis (1/11/2018).

Massa aksi menuntut agar manajemen Gojek menindak pengguna aplikasi tambahan yang dapat menjurus kepada penipuan, seperti dapat membuat pesanan fiktif atau biasa disebut tuyul.

Ratusan pengendara ojek online Gojek di Pekanbaru menggelar aksi damai di depan Kantor Gojek Pekanbaru, Kamis (1/11/2018). Massa aksi menuntut agar manajemen Gojek menindak pengguna aplikasi tambahan yang dapat menjurus kepada penipuan, seperti dapat membuat pesanan fiktif atau biasa disebut tuyul.
Ratusan pengendara ojek online Gojek di Pekanbaru menggelar aksi damai di depan Kantor Gojek Pekanbaru, Kamis (1/11/2018). Massa aksi menuntut agar manajemen Gojek menindak pengguna aplikasi tambahan yang dapat menjurus kepada penipuan, seperti dapat membuat pesanan fiktif atau biasa disebut tuyul. (TRIBUN PEKANBARU/THEOM RIZKY)
Ratusan pengendara ojek online Gojek di Pekanbaru menggelar aksi damai di depan Kantor Gojek Pekanbaru, Kamis (1/11/2018). Massa aksi menuntut agar manajemen Gojek menindak pengguna aplikasi tambahan yang dapat menjurus kepada penipuan, seperti dapat membuat pesanan fiktif atau biasa disebut tuyul.
Ratusan pengendara ojek online Gojek di Pekanbaru menggelar aksi damai di depan Kantor Gojek Pekanbaru, Kamis (1/11/2018). Massa aksi menuntut agar manajemen Gojek menindak pengguna aplikasi tambahan yang dapat menjurus kepada penipuan, seperti dapat membuat pesanan fiktif atau biasa disebut tuyul. (TRIBUN PEKANBARU/THEOM RIZKY)
Ratusan pengendara ojek online Gojek di Pekanbaru menggelar aksi damai di depan Kantor Gojek Pekanbaru, Kamis (1/11/2018). Massa aksi menuntut agar manajemen Gojek menindak pengguna aplikasi tambahan yang dapat menjurus kepada penipuan, seperti dapat membuat pesanan fiktif atau biasa disebut tuyul.
Ratusan pengendara ojek online Gojek di Pekanbaru menggelar aksi damai di depan Kantor Gojek Pekanbaru, Kamis (1/11/2018). Massa aksi menuntut agar manajemen Gojek menindak pengguna aplikasi tambahan yang dapat menjurus kepada penipuan, seperti dapat membuat pesanan fiktif atau biasa disebut tuyul. (TRIBUN PEKANBARU/THEOM RIZKY)

Dalam aksi kali ini ada tiga poin yang disampaikan kepada PT. Gojek Indonesia melalui Kantor Cabang Pekanbaru.

"Pertama kita minta supaya di Hapus tuyul/fake GPS atau pengguna aplikasi tanbahan dari Bumi Lancang Kuning," kata Wakil Ketua Paguyuban Driver Gojek Pekanbaru, Novan Rizka Alizar kepada tribunpekanbaru.com.

Kemudian poin kedua para pelaku order fiktif ditindak tegas secara hukum.

"Kemudian kita minta tangkap pelaku dan pembuat aplikasi tambahan," katanya.

Menurut Novan, dengan adanya aplikasi tambahan yang diduga dilakukan oleh oknum driver online seperti penggunakan GPS tuyul berdampak merugikan bagi driver gojek yang hanya menggunakan aplikasi yang disediakan oleh PT. Gojek Indonesia.

"Termasuk juga order fiktif, itu merugikan kita dan jadinya performa kita tidak baik," katanya.

Sementara itu, Supervisor Oprasional Kantor Gojek Pekanbaru, Bayu kepada tribunpekanbaru.com, menuturkan apa yang menjadi aspirasi driver gojek sebagai mitra diterima.

"Kita dari Kantor Gojek Pekanbaru menerima apa yang menjadi aspirasi dari teman-teman mitra. Penghapusan tuyul atau fake gps atau apalikasi tambahan ini memang juga sejalan dengan keinginan kita, karena inikan sudah mencurangi sistem," kata Bayu.

Lebih lanjut dikatakanya, penggunakan aplikasi tambahan tersebut sudah jelas tidak dibenarkan dan telah menyalahi Standar Operasional Prosedur (sop) perusahaan.

"Kalau untuk jumlahnya kita di Pekanbaru tidak bisa akses siapa dan berapa jumlahnya yang pakai aplikasi tambahan ini, " katanya.

Penulis: TheoRizky
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved