Pekanbaru

Rapat Paripurna Pandangan Fraksi 2 Ranperda, Fraksi PPP DPRD Pekanbaru Minta Paparkan Kondisi KIT

DPRD Pekanbaru menggelar rapat Paripurna Pandangan Fraksi DPRD terhadap dua Ranperda

Tribun Pekanbaru/Syafruddin Mirohi
DPRD Pekanbaru menggelar rapat paripurna Pandangan Fraksi DPRD terhadap dua Ranperda yakni, Ranperda Tentang Penyelenggaraan Kearsipan, serta Ranperda Pembangunan Industri Kota Pekanbaru Tahun 2018-2038, Senin (5/11/2018) di DPRD Pekanbaru. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- DPRD Pekanbaru menggelar rapat Paripurna Pandangan Fraksi DPRD terhadap dua Ranperda yakni, Ranperda Tentang Penyelenggaraan Kearsipan, serta Ranperda Pembangunan Industri Kota Pekanbaru Tahun 2018-2038, Senin (5/11/2018) di ruangan paripurna DPRD Pekanbaru.

Paripurna ini dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST, serta anggota dewan lainnya. Sementara dari Pemko, diwakili Asisten II Elsyabrina, serta pejabat eselon lainnya.

Baca: Manfaatkan Dana OSR, BPJS Kesehatan Bangun Taman Batu Refleksi di RTH Tunjuk Ajar

Juru bicara Fraksi PPP DPRD Pekanbaru Zulkarnain SAg menyampaikan, bahwa pihaknya menyambut baik dua Ranperda ini untuk dibahas selanjutnya.

Namun, pihaknya meminta, untuk Ranperda Pembangunan Industri Kota Pekanbaru, Pemko harus bisa memaparkan kondisi Kawasan Industri Tenayan (KIT), yang sudah lama dicanangkan.

"Sejauh ini, apa perkembangan KIT tersebut. Apa-apa saja industri yang sudah ada di sana, plus industri yang akan dibangun. Mohon penjelasannya," kata Zulkarnain. Begitu juga halnya dengan kondisi Kearsipan Kota Pekanbaru saat ini.

Sehingga perlu dibuat Perda khusus. "Setelah ada penjelasan ini, baru bisa kita bahas lebih lanjut," sebutnya.

Baca: Waspada Hoaks, Kapolres Tegaskan Tidak Ada Kasus Penculikan di Dumai

Hal yang sama juga disampaikan juru bicara Fraksi PKB Zaidir Albaiza SH MH. Disampaikannya, pandangan fraksinya tentang Kearsipan tersebut harus dijelaskan secara komprehensif oleh pemerintah. Mulai dari kendala yang dihadapi selama ini, dampaknya, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kondisi Kearsipan kota ini.

"Khusus untuk Ranperda Kawasan Industri, dalam Ranperda tersebut ditargetkan selama 20 tahun. Ini kami pertanyakan, apa dasar pemerintah membuat jangka waktu yang hanya 20 tahun (2018-2038). Lalu, apa target pemerintah dari Ranperda ini, terutama dampaknya ke masyarakat. Sehingga Ranperda ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat nantinya," papar Zaidir.

Beberapa fraksi lainnya yang ada di DPRD, seperti Fraksi Gerindra, Fraksi Golkar, Fraksi PDI-P, Fraksi Demokrat, Fraksi PAN serta Fraksi NasDem PKS, juga menginginkan alasan pemerintah, ngotot mengajukan dua Ranperda ini, dibahas tahun 2018.

Baca: Pengantin Wanita di Padang Kabur Sejenak Demi Ikut Tes CPNS, Henna di Tangan Masih Maksimal

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono usai paripurna mengatakan, setelah paripurna pandangan fraksi ini, maka DPRD akan melanjutkan agenda selanjutnya, yakni Paripurna Jawaban Pemerintah atas dua Ranperda yang diusulkan ini.

"Kita agendakan secepatnya. Kita targetkan tahun ini selesai dibahas jadi Perda," janji Sigit.

Asisten II Setdako Pekanbaru Elsyabrina mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota dewan, yang sudah membahas dari awal, hingga Paripurna Pandangan Fraksi ini digelar. "Pemerintah akan siapkan semua jawaban, yang dipertanyakan kawan-kawan dewan," janjinya. (*)
 

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved