Pelalawan

Hoax Penculikan Anak di Medsos, Kapolres Pelalawan Minta Warga Jangan Mudah Percaya

Hoax Penculikan Anak beredar di media sosial. Kapolres Pelalawan Minta Warga Jangan Mudah Percaya informasi penculikan anak tersebut

Hoax Penculikan Anak di Medsos, Kapolres Pelalawan Minta Warga Jangan Mudah Percaya
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Informasi dan berita bohong tentang penculikan anak banyak beredar di Media Sosial (Medsos) seperti facebook (FB) maupun What's App.

Tentu meresahkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Pelalawan.

Meskipun pelaku penyebaran berita bohong atau hoax penculikan anak itu sudah ditangkap polisi, namun kabar tak benar itu masih tetap berseliwiran di medsos yang bisa mempengaruhi masyarakat.

Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan mengimbau kepada seluruh masyarakat Pelalawan agar tidak mudah percaya dengan info-info terkait adanya penculikan anak.

Menurut Kapolres Kaswandi, kabar penculikan anak dengan tujuan untuk menjual organ tubuhnya belum tentu benar sama sekali.

Baca: PENCULIKAN ANAK, Banyak Beredar Hoax, Tim Siber Polda Riau Pantau Medsos

Hingga kini tak ada kasus penculikan yang seperti disiarkan di medsos dilaporkan ke kepolisian.

Para pelaku penyebar hoax di Medsos itu bahkan sudah ditangkap polisi dan akan menjalani hukuman.

"Jadi masyarakat kita minta tak usah resah dan jangan mudah percaya. Info itu belum tentu benar," kata Kaswandi kepada tribunpelalawan.com, Rabu (7/11/2018).

Disamping itu, Kaswandi memperingatkan warga khususnya kaum ibu-ibu jika menerima informasi penculikan anak dari siapapun, jangan langsung dishare atau dibadikan ke Medsosnya.

Perlu dilakukan pengecekan kebenaran beritanya dan dipastikan kalau informasi itu valid.

Pasalnya, akan menambah ketakutan dan keresahan kepada warga lain yang membaca berita yang belum tentu benar itu.

Baca: HATI-HATI, Ibu di Dumai Ditangkap Polisi karena Memposting Hoaks tentang Penculikan Anak di Medsos

Selain itu, ada konsekuensi hukum bagi orang yang menyebar luaskan berita bohong.

"Contohnya di Dumai ada ibu-ibu ditangkap karena menyebarkan hoax penculikan anak. Kita berharap di Pelalawan lebih berhati-hati menshare informasi," tandasnya.(*)

Penulis: johanes
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved