Hj Andi Depu, Satu-satunya Pahlawan Perempuan yang Dikukuhkan pada Hari Pahlawan 2018

Hj Andi Depu adalah satu-satunya Pahlawan Perempuan yang dikukuhkan pada Hari Pahlawan Nasional 2018.

Hj Andi Depu, Satu-satunya Pahlawan Perempuan yang Dikukuhkan pada Hari Pahlawan 2018
Kompas/Fabian Januarius Kuwado
Presiden Joko Widodo memberikan gelar pahlawan nasional 2018 kepada ahli waris 6 orang tokoh bangsa di Istana Negara Jakarta, Kamis (8/11/2018). Satu di antaranya Pahlawan Perempuan 

- Bintang Mahaputra IV Presiden Soekarno
- Bintang Gerilya sebagai Panglima Kris Muda 1958
- Satya Lencana Peristiwa Perang Kemerdekaan Kesatu
- Sarya Lencana GOM III (PM Djuanda)
- Satya Lencana GOM IV
- Satya Lencana Peringatan Perjuangan Kemerdekaan
- Surat Penghargaan Panglima Kelaskaran Kris KSAD
- Jenderal TN AH Nasution
- Satya Lencana Bhakti
- Warga Kehormatan Makassar

Tak Gentar Hadapi NICA

Seperti dipaparkan dalam buku PUANG & DAENG : Sistem Nilai Budaya Orang Balanipa-Manda yang dilansir inespradhana.blogspot.com ketika NICA tiba di Balanipa, muncul garis pemisah antara siapa-siapa yang berdiri di pihak Belanda dan pengikutnya, dengan siapa berjuang bersama Hj. Andi Depu dan pengikutnya.

Baca: 7 Artis Indonesia Ini yang Ternyata Berdarah Pahlawan, Ada Idola Kamu?

Baca: Kakek Anies Baswedan Dikukuhkan Jadi Pahlawan Nasional, Ini Fakta Abdurrahman Baswedan

Baca: Jokowi Tampil dengan Pakaian Ala Bung Tomo Saat Gowes Sepeda di Hari Pahlawan

Keadaan itu tergambar pada rumah-rumah yang mengibarkan bendera Merah Putih dan yang tidak mengibarkan bendera Merah Putih dan yang tidak mengibarkan bendera Merah Putih di seluruh kawasan Mandar. Bendera Merah Putih berkibar di tiang-tiang bendera sejak pengibaran, pertama di tahun 1945 di Campalagian, dan tetap dipertahankan rakyat.

Kedatangan tentara NICA untuk menurunkan bendera itu dengan paksa di Polewali, Campalagian, Pambusuang, dan lain-lain tidak berhasil dengan baik.

Sedetik apapun Hj Andi Depu tidak mau menurunkan bendera Merah Putih itu dari tiang yang berada di depan rumahnya di Tinambung Balanipa. Tiba-tiba didatangi sepasukan tentara NICA dengan pedang terhunus untuk menebang tiang bendera tersebut.

Hj Andi Depu yang selalu mengawasi bendera itu berkibar, dengan sarung yang diikat erat dan berkebaya yang sederhana langsung berlari dan memeluk tiang bendera tersebut sebelum tentara NICA sampai ke tiang bendera.

Dengan pekikan Allahu Akbar, Hj. Andi Depu berteriak kepada NICA dengan mengatakan: "Hai kau anjing Belanda kalau kalian berani, tebaslah tiang bendera ini bersama dengan tubuh saya".

Akhirnya, pihak NICA mengurungkan niatnya kembali ke Majene dengan tangan hampa.

capt: bendera Andi Nipa (banniq.com)

Halaman
123
Editor: rinalsagita
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved