Inhu

Sempat Mengungsi di Atas Sampan, Warga di Peranap Sebut Banjir Mulai Surut

Meskipun rumahnya sudah berbentuk rumah panggung, namun karena ketinggian air yang terus naik sehingga merendam isi dalam rumahnya.

Sempat Mengungsi di Atas Sampan, Warga di Peranap Sebut Banjir Mulai Surut
tribunpekanbaru
Warga Kecamatan Peranap, Inhu makan di atas perahu saat banjir melanda. 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Banjir di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sudah mulai surut. Hal ini disampaikan oleh Santi, seorang warga Desa Setako Raya, Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu.

Santi yang dikonfirmasi Tribuninhu.com mengungkapkan selama hampir dua pekan banjir melanda wilayah Desa Setako Raya, Kecamatan Peranap. "Sudah hampir dua pekan ini banjir, tapi sekarang sudah mulai surut. Air di halaman sudah mulai kering," katanya, Minggu (11/11/2018).

Santi juga mengungkapkan banjir sempat merendam hingga ke dalam rumah.

Baca: 580 Pelamar CPNS 2018 di Kota Dumai Gagal dalam SKD Berbasis CAT pada Hari Pertama

Baca: Inilah Titik-titik Genangan Air di Pangkalan Kerinci Ketika Hujan Deras Mengguyur

Meskipun rumahnya sudah berbentuk rumah panggung, namun karena ketinggian air yang terus naik sehingga merendam isi dalam rumahnya.

Oleh karena seluruh rumahnya sudah terendam, Santi dan suami serta seorang anaknya sempat mengungsi di atas perahu.

"Karena di rumah sudah terendam banjir, terpaksa kami makan di atas perahu," katanya menggambarkan kondisi saat banjir merendam rumahnya.

Beruntung tempat tidurnya tidak terendam, sehingga Santi beserta suami dan anaknya masih bisa tidur di dalam rumah.

Baca: Warga Keluhkan Keberadaan Pasar Kaget, Disperindag Tidak Bisa Lakukan Penataan

Baca: Kerap Krisis Air Bersih, 9 Desa di Meranti Tak Berminat pada PAMSIMAS

Meski sudah surut, Santi berkata warga di Desa Setako Raya masih berharap ada bantuan dari pemerintah.

Pasalnya selama dua pekan banjir melanda desa mereka, warga kehilangan mata pencaharian.

"Kami kehilangan mata pencaharian, karena sebagian besar warga di sini adalah petani. Selama dua pekan kami tidak bisa ke ladang karena kadang juga sudah terendam banjir," kata Santi.

Santi juga tidak tahu kapan air naik lagi. Namun kondisi terkini di Desa Setako Raya, langit mulai mendung menandakan akan turunnya hujan. (*)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved