Eksklusif

Jumlah Travel Ilegal di Pekanbaru Ribuan, Ketua Organda Pekanbaru: Lebih Banyak dari Angkutan Resmi

Jumlah Travel Ilegal di Pekanbaru capai ribuan. Tahun 2018, jumlahnya diperkirakan naik hingga mencapai 4.000 - 5.000 unit

Jumlah Travel Ilegal di Pekanbaru Ribuan, Ketua Organda Pekanbaru: Lebih Banyak dari Angkutan Resmi
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi
Pemerintah Bisa Advokasi Masyarakat Bahwa Travel Ilegal Berbahaya 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Keberadaan travel ilegal ini menjadi masalah tersendiri bagi dunia bisnis transportasi di Riau, khususnya Kota Pekanbaru.

Apalagi, kata Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pekanbaru, Sayful Alam, dari survey tahun 2012 yang dilakukan Organda, ada sebanyak lebih dari 2.000 angkutan umum ilegal di Kota Pekanbaru.

Tahun 2018, jumlahnya diperkirakan Sayful naik hingga mencapai 4.000 - 5.000 unit, dengan estimasi pertambahan dari para pelaku angkutan online yang masuk dalam kategori tidak resmi.

"Jumlah ini lebih banyak dari jumlah angkutan umum resmi yang beroperasi," ucapnya.

Maraknya travel ilegal, katanya, jelas membuat bisnis transportasi yang resmi dirugikan.

Sopir angkutan umum resmi jadi sulit mendapatkan penumpang. Untuk angkutan umum resmi saat ini dikenai tarif batas harga, sementara para pelaku travel ilegal bebas menetapkan harga jauh di bawah tarif umur.

"Jika dibiarkan tentunya pelaku bisnis yang resmi akan sangat dirugikan dari segi persaingan harga," ucapnya.

Sayful menjelaskan dalam menjalankan usaha para pelaku bisnis angkutan resmi ini dibebani sejumlah aturan seperti batas tarif, perizinan, bunga pembiayaan yang lebih besar, uji kelayakan kendaraan dan semacamnya.

Baca: Fenomena Travel Ilegal di Pekanbaru, Penumpang Bisa Nego Harga hingga Merasa Aman karena Kenal Sopir

Sementara angkutan ilegal tidak terbebani hal tersebut.

Dengan kondisi ini membuat adanya ketimpangan dalam proses menjalankan usaha, khususnya dalam hal biaya operasional di awal.

Ia mengatakan dengan kondisi seperti demikian banyak pelaku usaha angkutan umum yang sebelumnya resmi memilih menjalankan usaha tidak resmi.

Halaman
123
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved