Pekanbaru

Disperidag Pekanbaru Minta Seluruh Pangkalan Gas Elpiji Siapkan Timbangan

Disperindag Pekanbaru meminta kepada seluruh pangkalan gas elpiji 3 kilogram untuk menyiapkan timbangan di pangkalannya.

Disperidag Pekanbaru Minta Seluruh Pangkalan Gas Elpiji Siapkan Timbangan
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) kota Pekanbaru meminta kepada seluruh pangkalan gas elpiji 3 kilogram untuk menyiapkan timbangan di pangkalannya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membeli gas elpiji ditempat usaha yang tidak memiliki timbangan.

Baca: Pemerintah Akan Terbitkan Kartu Nikah, Begini Kesiapannya di Kota Pekanbaru

Imbauan ini disampaikan menyusul adanya laporan dari masyarakat yang mengaku gas elpijinya yang baru dibeli ternyata tidak sesuai timbangannya.

"Kepada pelaku usaha untuk menyediakan timbangan, terlebih para penjual gas. Masyarakat harus kritis. Karena sering kali masyarakat kita tidak kritis, asal ada timbangan, masyarakat percaya saja," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, Selasa (13/11/2018).

Baca: RSD Madani Ternyata Belum Bisa Layani Pasien BPJS Kesehatan, Ini Penyebabnya

Selain itu, warga juga diminta agar lebih jeli saat melihat timbangan yang digunakan oleh pedagang untuk alat ukur jual beli.

Pastikan timbangan tersebut sudah ditera yang bisa diketahui dengan tanda stiker yang dikeluarkan Disperindag dalam hal ini UPT Meteorologi bahwa timbangan ini sudah tera.

"Kalau tidak ada itu, masyarakat bisa komplen. Ini merupakan bentuk dari perlindungan konsumen memang seharusnya tiap oangkalan, agen maupun toko yang menjual gas harus memiliki timbangan. Disamping itu, timbangan tersebut juga harus ditera," imbuhnya.

Baca: Drama The Beauty Inside Jadi Drama Korea Buzzworthy Awal November 2018,Ini Daftar Lengkapnya

Ingot mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan membeli gas ditempat yang tidak menyediakan timbangan.

Namun yang menjadi persoalan saat ini, warga tidak banyak pilihan. Sebab ketersediaan gas bersubsidi di pangkalan terbatas.

Sehingga selalu langka saat akan membeli ke pangkalan. Meskipun di tingkat pengecer di kedai-kedai, gas elpiji 3 kilogram selalu ada. Namun dijual dengan harga jauh diatas HET.

"Masyarakat kita tidak ada pilihan karena gas kita ketahui langka. Terkait hal ini kami tetap mengimbau pelaku usaha untuk gas elpiji 3 kg bersubsidi, bukan lah produk bisnis," pungkasnya. (*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved