Berita Riau

Fly Over Pekanbaru di Perempatan Mal SKA Tak Selesai, Kontraktor Harus Minta Maaf karena Ini

Fly Over Pekanbaru di perempatan Mal SKA tak selesai, Kontraktor harus minta maaf kepada masyarakat Riau secara terbuka, karena lama sebabkan macet

Fly Over Pekanbaru di Perempatan Mal SKA Tak Selesai, Kontraktor Harus Minta Maaf karena Ini
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Fly over simpang empat Jalan Tuanku Tambusai - Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru tengah dalam tahap pengerjaan, Senin (15/10/2018). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Fly Over Pekanbaru di Perempatan Mal SKA Tak Selesai, Kontraktor Harus Minta Maaf karena Ini

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Fly Over Pekanbaru di perempatan Mal SKA tak selesai, Kontraktor harus minta maaf kepada masyarakat Riau secara terbuka, karena masyarakat sudah lama alami kemacetan.

Kontraktor diminta bertanggung jawab penuh atas tidak selesainya flyover perempatan SKA dan jembatan Siak IV pada tahun 2018 ini sebagaimana mestinya.

Baca: KONI Riau Ingatkan KONI Rohil Segera Gelar Musorkab

Baca: Filipo Inzaghi Target Lolos ke Tim Inti Timnas Futsal U-20

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Riau, Dr Elviandri SHI MHum menilai, ada dua hal yang mesti dilakukan oleh pihak kontraktor, yang pertama adalah meminta maaf kepada masyarakat secara terbuka.

"Permintaan maaf tersebut disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, yang selama ini sudah sangat sabar menghadapi kemacetan, ditambah lagi kedepannya dalam waktu yang belum diketahui selesainya. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui media massa dan media lainnya," kata Elviandri kepada Tribun, Selasa (13/11).

Dikatakan Elviandri, masalah kemacetan karena pelaksanaan pembangunan flyover tersebut cukup parah. Bahkan dirinya sendiri juga pernah terjebak macet selama 1 jam di sana, dan itu bukan hal yang baru lagi terjadi, apalagi ketika hari Sabtu dan Minggu.

Baca: Pengendara Motor Terbanyak Ditilang dalam Operasi Zebra Muara Takus 2018, Ini Pelanggarannya

Baca: Kasat Lantas Polres Rohul Sebut Pelanggaran Meningkat ‎Pada Operasi Zebra 2018

"Kita sebagai masyarakat tidak mau tau, karena kita sudah bayar pajak, demikian juga kewajiban lainnya dan mengikuti aturan, harusnya kita juga mendapatkan apa yang menjadi hak kita," imbuhnya.

Selanjutnya, hal yang kedua menurut Elviandri adalah, pihak kontraktor bertanggungjawab sepenuhnya dengan pengerjaan tersebut. Karena sesuai dengan kesepakatan awal, terkait anggaran dan waktu sudah disepakati.

"Kita meminta pertanggungjawaban mereka. Itu kesalahan mereka, harus bertanggungjawab sepenuhnya. Terkait anggaran, itu tidak mungkin bisa lagi dilakukan, karena dalam kontrak sudah ada perjanjian. Kalau keterlambatan karena cuaca mungkin bisa ditoleransi dengan penambahan waktu dengan memakai dasar-dasar hukum yang ada tentunya, tapi kita lihat juga ada aspek lain yang membuat keterlambatan tersebut, dari awal saja sudah ada yang meleset dari jadwal, kemudian barang yang dipesan belum sampai, dan lainnya," tuturnya.

Baca: VIDEO: Live Streaming Filipina vs Singapura Penyisihan Grup B Piala AFF 2018, Pukul 19.00 WIB

Baca: Video : Paripurna Penyampaian Nota Keuangan dan RAPBD 2019 Kabupaten Inhu

Selain itu, pihak penegak hukum, seperti kejaksaan menurutnya juga harus dilibatkan dalam persoalan ini, sehingga diketahui apakah ada penyelewengan dan kesalahan lain yang terjadi.

"Ini juga harus diaudit. Saya dan kita sebagai masyarakat tentunya tidak bisa terima begitu saja atas kondisi seperti ini," imbuhnya. (ale)

Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved