Breaking News:

Video : 765 Pengendara Terjaring Oprasi zebra 2018 di Rokan Hulu

Sebanyak 765 pengendara terjaring razia atau operasi zebra yang digelar oleh Polresta Rokan Hulu 30 Oktober – 12 November 2018.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Aan Ramdani

Laporan Wartawan www.tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Sebanyak 765 pengendara terjaring razia atau operasi zebra yang digelar oleh Polresta Rokan Hulu 30 Oktober – 12 November 2018.

Jumlah ini meningkat 14,35 persen jika dibandingkan dengan data operasi zebra pada tahun 2017 lalu.

"Jadi kalau dilihat dari data Ops zebra 2018 pelanggaran ‎meningkat, sehingga kesadaran masyarakat berlalu lintas masih bisa dibilang rendah," kata Kapolres Rohul, AKBP M. Hasyim Risahondua, melalui Kasat Lantas Polres Rohul, AKP Irnanda Oktora kepada Tribunrohul.com, Selasa (13/11/2018).

Baca: Video : Wow, Pendaki Gunung Bentangkan Lambang Provinsi Riau di Puncak Kilimanjaro  

Ia menambahakan pelanggaran yang dilakukan Tilang sebanyak 765 di 2018 sedangkan untuk 2017 da 669 tilang atau naik 14, 35 persen, sedangkan untuk teguran ada 434 di 2018 sedangkan 2017 hanya 68 teguran.

AKP Irnanda menjelaskan, untuk jenis pelanggaran lalu lintas masih didominasi oleh sepeda motor, dengan jumlah pelanggan 526 pelanggaran. Pelanggarannya antara lain, tidak menggunakan helm sebanyak,  314 ‎, melawan arus ada 5 kasus, anak dibawah umur 39 dan menggunakan hp ada 2 kasus.

Sementara, tambahnya, pelanggaran lalu lintas yang melibatkan kendaraan mobil sebanyak ‎239 dengan rincian mobil penumpang sebanayak 119 dan mobil barang 120.

Baca: VIDEO: Dua Bocah Tewas di Seret Banjir di Inhu, Korban Berusia 11 Bulan

"Untuk profesi pelanggaran masih didominasi oleh karyawan yakni 328 kasus, sedangkan PNS ada 33 pelanggaran, pelajar/mahasiswa 201 dan pengemudi berjumlah 78 pelanggaran," terangnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, untuk usia pelanggar masih didominasi oleh umur 16- 20 tahun dengan jumlah pelanggar ‎sebanyak 219, selanjutnya usia 21- 25 berjumlah 209, sedangkan umur 0-15 tahun ada 63 pelanggar.

Diakuinya, dengan adanya peningkatan pelanggaran, tentunya ini menjadi PR baginya kedepan untuk melakukan langkah Preventif kepada masyarakat, dan menanamkan rasa untuk terus taat terhadap peraturan lalu lintas jika berkendaraan.

Baca: Video : Landasan Bandara SSK II 2600 Meter Resmi Dioperasionalkan

Langkah Preventif yang telah dilakukan pihaknya, yakni mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman dalam berkendara, selanjutnya memasang himbauan-himbuan di spanduk.

"Kita juga sudah membuat mencanangkan desa babaussalam sebagai desa taat lalu lintas, agar masyarakat termotivasi untuk mematuhi lalu lintas," sebutnya.

AKP Irnanda mengakui, pihaknya tidak bangga melihat peningkatan tilang pada Ops Zebra 2018, dirinya lebih bangga jika pelanggaran itu sedikit ditemui, hal itu menandakan bahwa kesadaran masyarakat masih rendah.

"Kita berharap kesadaran masyarakat bisa meningkat untuk mematuhi lalu lintas, sehingga dampak yang ditimbulkan bisa berkurang akibat kesadaran masyarakat meningkat," pungkasnya.(*)

Baca: Video : Personil Dit Polair Polda Riau Benahi Mesjid Al Mukminin Rumbai

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved