Breaking News:

BBKSDA Riau Lepas Beruang Madu yang Terjerat di Bengkalis Jauh dari Pemukiman Warga

BBKSDA Riau Lepas Beruang Madu yang Terjerat di Bengkalis Jauh dari Pemukiman Penduduk

Penulis: Theo Rizky | Editor: Afrizal
istimewa
BBKSDA Riau Lepas Beruang Madu yang Terjerat di Bengkalis Jauh dari Pemukiman Warga 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tim Balai Besar KSDA Riau berhasil melepas seekor beruang madu (Helarctos malayanus) ke habitatnya di suatu kawasan konservasi yang jauh dari pemukiman penduduk, Selasa (13/12/2018).

Sehari sebelumnya pihak Quick Respon Balai Besar KSDA Riau menerima laporan bahwa seekor Beruang Madu terjerat di Dusun Kenanga, RT 04, Desa Batang Duku, Kec. Bukit Batu, Kab Bengkalis.

Informasi yang didapat, Beruang masuk jerat babi yang sengaja dipasang masyarakat Batang Duku di areal kebunnya.

Pada umumnya, masyarakat di daerah tersebut suka menjerat babi dan di jual belikan kepada komunitas tertentu disana.

Dari siaran pers yang didapat Tribunpekanbaru.com, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono segera memerintahkan Tim Penyelamatan satwa Balai Besar KSDA Riau bergerak menuju  tempat kejadian untuk mengamankan satwa tersebut.

Timpun berkoordinasi dengan pemerintah desa agar sebelum tim  evakuasi tiba, Beruang Madu tidak dilukai maupun disakiti.

Namun diberikan makan dan minum serta tetap menjaga jarak dari keramaian untuk menghindari satwa stress.

Baca: Suami Istri di Kuansing Diserang Beruang Saat Menyadap Karet, Wajah dan Tangan Dicakar

Baca: FOTO: Tiga Anak Beruang Diserahkan ke BBKSDA Riau

Setelah sampai,  tim melakukan langkah langkah tindakan evakuasi. Drh Deni Ramdani dengan sigap melakukan pengecekan kesehatan dibantu anggota tim yang lain.

Drh Deny adalah seorang dokter yang diperbantukan dari Yayasan Arshari.

Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Beruang dalam kondisi sehat dan layak untuk langsung dilepasliarkan.

Berhubung hari sudah malam, akhirnya Tim memutuskan untuk melakukan pelepasliaran keesokan harinya.

Tak lupa Tim menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat yang hadir untuk tidak memasang jerat di sekitar kawasan walaupun di areal perkebunan sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

Tim juga meminta kepada pemerintah setempat untuk ikut mensosialisasikan kepada masyarakat lainnya.

Baca: Dokter Senior di Riau Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Jondul, Sempat Pamit Pergi Olahraga

Baca: Yanitra Octavizola Korban Tewas Akibat Tembok Pembatas Sekolah Ambruk Dimakamkan Siang Ini

“Semoga untuk kedepannya kesadaran melestarikan satwa liar makin tumbuh di masyarakat dan pemasangan jerat tidak lagi dilakukan sehingga anak cucu kita masih dapat melihat keanekaragaman satwa di Pulau Sumatera,” ujar Suharyono.

Dijelaskannya, pelaksanaan penyelamatan satwa liar ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Balai Besar KSDA Riau dalam rangka tanggap darurat penanggulangan konflik antara manusia dan satwa liar.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved