Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pekanbaru

TIPS agar Anak Terhindar dari Pencabulan, Laporan Pencabulan Anak Meningkat

Unit PPA memberikan tips kepada orangtua agar anak terhindar dari pencabulan, karena laporan pencabulan terhadap anak meningkat

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nolpitos Hendri
net
ilustrasi, pencabulan 

TIPS agar Anak Terhindar dari Pencabulan, Laporan Pencabulan Meningkat

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) memberikan tips kepada orangtua agar anak terhindar dari pencabulan, karena laporan pencabulan terhadap anak meningkat.

Kepala Unit PPA Polresta Pekanbaru AKP Juniasti membeberkan, jika dibanding tahun lalu, pada tahun 2018 ini jumlah laporan kasus kekerasan dan pencabulan terhadap anak meningkat.

Baca: DPMD Bengkalis Terima Tiga Laporan Hasil Pemungutan Suara Pilkades Serentak di Bengkalis

Baca: Jadwal Bola PSS Sleman Vs Persita Tangerang Babak 8 Besar Liga 2 2018, Pukul 15.30 WIB

Dari rentang waktu Januari hingga Oktober 2018, disebutkannya, laporan kasus terkait hal ini di Polresta Pekanbaru sudah mencapai seratusan lebih.

"Untuk jumlah pastinya saya belum cek, dalam seminggu itu rata-rata ada 5 laporan kasus. Namun sebagian besar sudah kita tangani dan selesaikan," kata dia saat berbincang dengan Tribun, Kamis (15/11/2018) sore.

Dibeberkan dia, trennya saat ini yang menjadi korban adalah anak-anak di bawah umur, salah satunya umur 5 tahun.

"Itu yang banyak sekarang, rata-rata pelakunya orang terdekat. Misalnya bapak tiri," sebutnya.

Baca: Narkoba Masuk ke Sekolah, Ada Pelajar Takut dengan BNN

Baca: 340 Pelamar CPNS 2018 di Pemko Dumai Tidak Ikut SKD Berbasis CAT

Juniasti mengimbau, hendaknya orangtua waspada dan semakin meningkatkan perhatian terhadap anak.

"Pendekatan terhadap anak hendaknya ditingkatkan, kita lihat banyak pembiaran, salah satunya karena faktor ekonomi anak jadi terbengkalai," bebernya.

Terkait penanganan kasus terhadap anak yang menjadi korban ini lanjut Juniasti, pihaknya juga berkoordinasi dengan Lembaga P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak).

"Apalagi menghadapi korban anak 5 tahun, mereka banyak diam, untuk itu diperlukan psikolog dari P2TP2A," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved