Berita Riau
Berkasnya Dianulir Timsel, Petahana KPU Bengkalis Ini Menangis
Elmiawati telah mengirim berkas administrasi secara lengkap pada tahap pengajuan, tapi namanya tak masuk yang lulus administrasi.
Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com, Alexander
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Petahana anggota KPU Bengkalis, Elmiawati Safarina menangis tersedu-sedan kala mengetahui namanya tidak masuk sebagai peserta lulus administrasi pada proses seleksi anggota KPU Bengkalis masa jabatan 2018-2023.
Sebab, Elmiawati telah mengirim berkas administrasi secara lengkap pada tahap pengajuan.
"Saya baru tahu kemarin tidak lulus administrasi. Padahal saya sudah bekerja sebagai komisioner KPU Bengkalis selama 5 tahun sebelumnya, tentu tidak mungkin administrasi yang saya ajukan tidak lengkap," kata Elmiawati sambil tersedu saat dihubungi Tribunpekanbaru.com, Minggu (18/11).
Baca: 5 Drama Korea Bertemakan Natal: Cocok Untuk Mengisi Liburan Kamu, Yuk Baca Sinopsisnya!
Elmiawati menerangkan, Timsel Calon Anggota KPU kabupaten/kota wilayah II Riau menuduhnya sebagai ASN di Bengkalis.
Padahal Elmiawati bukanlah seorang ASN. Hal itu terbukti karena dia telah menjabat komisioner sejak 2013 lalu. Bahkan di KPU Bengkalis, Elmiawati terbilang punya semangat yang tinggi dan menjaga integritasnya.
"Saya kemarin menghadiri konsolidasi nasional seluruh komisioner KPU se Indonesia di Jakarta. Di sana saya tahu, dan lihat website KPU Riau bahwa saya tidak lulus," kata dia.
Untuk mengklarifikasi isu yang dijadikan pijakan oleh Timsel, dia pun membuat surat pernyataan bukan berstatus PNS. Surat tersebut ditandatanganinya di atas matrai 6000 lalu mengirimkan ke Timsel melalui sekretariat KPU Riau.
"Saya juga bertanya kepada sekretaris KPU Riau, apa yang harus saya lakukan. Hari ini saya menunggu keputusan Timsel setelah surat pernyataan saya sampai kepada mereka," kata dia.
Baca: VIDEO: Aksi Tolak Eksekusi Bu Nuril di Pekanbaru
Elmiawati juga bertahan di Pekanbaru sampai ada kejelasan selanjutnya dari Timsel. Ia berharap, Timsel tidak menggunakan isu untuk mengambil kebijakan, sehingga membuatnya terzalimi.
"Saya tidak mau berpolemik. Saya menghargai semua orang, jadi ya saya ikuti saja prosesnya sambil berharap ada kebijakan yang fair dari Timsel," kata dia.
Peserta yang ikut mendaftar untuk KPU Bengkalis tercatat 38 peserta. Namun yang lulus administrasi sebanyak 29 peserta.
Dianulirnya petahana KPU Bengkalis pada proses rekrutmen KPU masa jabatan 2018-2023 ini mendapat perhatian Tokoh Riau Pesisir, Dr. H. Ahmad Rozai Akbar. Rektor Institut Agama Islam Tafaqquhfiddin Dumai itu menyesalkan kebijakan Timsel, yang telah menggugurkan peserta berdasarkan isu.
"Tidak fair dan tidak elegan bila Timsel menganulir peserta berdasarkan isu. Jika terjadi kesalahan informasi sebaiknya Timsel meminta klarifikasi kepada peserta yang bersangkutan," kata dia.
Baca: Harga Tiket & Live Streaming Liga 2 Semen Padang vs PS Kalteng: Laga Hidup Mati Menuju Liga 1
Ahmad Rozai menilai Timsel tidak memberi ruang klarifikasi atas informasi yang ditangkapnya. Sehingga membuat peserta terzalimi. Akibatnya, rekruitmen KPU yang digelar tidak berjalan sesuai kaedah yang sebenarnya serta mengingkari nilai-nilai kebenaran.
"Dalam tahapan administrasi, semestinya Timsel bersikap administratif. Bukan menganulir peserta dengan cara yang tidak sehat, seperti yang dialami peserta dari Bengkalis. Kebijakan ini sangat disayangkan," kata pria yang lahir di Bengkalis itu.
Ia meminta agar Timsel calon anggota KPU masa jabatan 2018-2023 steril dan tidak berafiliasi kepada aliran kelompok tertentu. Sebab, kinerja Timsel akan menghasilkan output untuk 5 tahun mendatang.
"Jangan gara-gara kepentingan kelompok, output untuk 5 tahun ke depan menjadi rusak. Kita berharap penyelenggara Pemilu ini diisi oleh orang-orang yang penuh integritas dan profesional," kata dia.
Sementara itu, Ketua Timsel Calon Anggota KPU kabupaten/kota wilayah II Riau, Dr. Elfiandri membenarkan ada petahana yang tidak lulus administrasi. Namun hal tersebut bisa diperbaiki berdasarkan klarifikasi yang bersangkutan bilamana kesalahan ada di pihak Timsel.
"Memang ada surat masuk ke kita, nanti siang kita bawa ke rapat Timsel. Jika kesalahan ada pada kita, bisa kita perbaiki dan kita minta maaf kepada masyarakat," kata dia.
Baca: Hasil UEFA Nations League Tadi Malam: Italia vs Portugal Berakhir Imbang
Namun, kata dia, jika kesalahan ada pada pihak peserta keputusan Timsel sebelumnya tidak dapat diganggu gugat. Apalagi, tahapan penyeleksian terus berlanjut.
"Senin (besok) sudah masuk ujian CAT di Unri. Seluruh peserta lulus administrasi berhak mengikuti ujian ini," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kpu-bengkalis-sediakan-600-titik_20181005_211634.jpg)