Breaking News:

Sukses Taklukkan Puncak Kilimanjaro di Afrika, Pendaki Riau Nyari Nasi Padang Saat Tiba di Tanah Air

Dua pendaki Riau langsung mencari Nasi Padang saat injakkan kaki di tanah air usai taklukkan puncak Kilimanjaro di Afrika

Penulis: Alex | Editor: Afrizal
Istimewa
Perjalanan 5.895 mdpl dua pendaki asal Riau menuju puncak gunung Kilimanjaro, Tanzania, Afrika akhirnya mencapai Uhuru Peak, nama puncak gunung tersebut, Jumat (9/11/2018). 

Sedangkan Erdy menyusul pada tanggal 21 November 2018 mendatang.

Adapun kedua pendaki asal Riau ini melaksanakan agenda Seven Summit Expedition, Riau menggapai atap dunia.

Erdy dan Fadil membawa nama Mapala Humendala Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau.

Pendakian menuju puncak Kalimanjaro merupakan pendakian kedua, setelah sebelumnya pada tahun 1996 Mapala tersebut juga melakukan ekspedisi ke salah satu gunung di Papua, Jaya Wijaya, yakni Puncak Cartenz.

Seven Summit meliputi, Gunung Jaya Wijaya di Indonesia (4.884 mdpl), gunung Vinson di Antartika (4.897 mdpl), gunung Elbrus di Rusia (6.962 mdpl), gunung Kalimanjaro di Tanzania (5.895 mdpl) gunung Aconcagua di Argentina (6.962 mdpl), gunung Denali di Alaska (6.194 mdpl) dan gunung Everest di Nepal dan Tibet (8.848 mdpl).

Pendakian tersebut juga membawa misi jaga lingkungan sekaligus memperkenalkan Riau dan budayanya dihadapan internasional.

Baca: Hari Kedua Mendaki Kilimanjaro Gunung Tertinggi di Dunia, Erdy dan Fadillah Tetap Semangat

Baca: VIDEO: Damanik dan Fadil Akan Bawa Tanjak ke Puncak Kilimanjaro Afrika

Selain itu, ekspedisi tersebut juga untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya penyelamatan lingkungan untuk menekan laju pemanasan global dan perubahan iklim.

Pasalnya pemanasan global yang diakibatkan perusakan hutan, kebakaran hutan gambut berita polusi udara akibat industri dan transportasi mengakibatkan penurunan jumlah salju di Gunung Kilimanjaro yang sangat signifikan setiap tahunnya bahkan menurut penelitian University of Otago di New Zealand salju di puncak Gunung Kilimanjaro akan hilang pada 2030. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved