Tak Lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS. BKN Buka Peluang Bagi Peserta Gagal

BKN akan memberlakukan sistem perangkingan bagi peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS).

Tak Lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS. BKN Buka Peluang Bagi Peserta Gagal
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Sejumlah peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 untuk posisi bidan di wilayah Pemerintahan Kota Pekanbaru mengikuti berbagai tahapan sebelum dimulainya ujian di Kantor Regional XII BKN Jalan Hangtuah Ujung, Senin (5/11/2018). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sistem passing grade membuat banyak peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) tidak lulus dalam ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang digelar beberapa waktu lalu oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI. Bahkan, di beberapa formasi, tercatat nihil dari kelulusan.

Menyikapi itu, pemerintah berencana akan menerapkan sistem ranking sebagai alternatif kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS).

Kepala Badan Kepegawaian Negara ( BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, alternatif jalan keluar sistem ranking itu diberlakukan karena dikhawatirkan banyak formasi yang kosong sebab banyaknya peserta seleksi yang tidak lolos passing grade.

Sejumlah peserta tes Computer Assisted Test (CAT) CPNS 2018 untuk posisi bidan di wilayah Pemerintahan Kota Pekanbaru mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS tahun 2018 di Kantor Regional XII BKN Jalan Hangtuah Ujung, Senin (5/11/2018). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY).
Sejumlah peserta tes Computer Assisted Test (CAT) CPNS 2018 untuk posisi bidan di wilayah Pemerintahan Kota Pekanbaru mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS tahun 2018 di Kantor Regional XII BKN Jalan Hangtuah Ujung, Senin (5/11/2018). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

Dikhawatirkan, posisi guru dan tenaga kesehatan yang banyak dibutuhkan banyak yang tak terisi.

Di sisi lain, BKN sendiri bersikukuh tidak akan menurunkan passing grade, sebab dikhawatirkan akan melahirkan Apartur Sipil Negara (ASN) yang tidak berkualitas.

"Sekarang kalau di daerah bagaimana solusinya. Kita lihat kalau ini dibiarkan kosong bagaimana, kalau diisi bagaimana. Formasi tahun ini itu sebagian terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan. Kalau guru dan tenaga kesehatan kosong, ini siapa yang akan mengajarkan anak - anak. Kan lebih baik ada gurunya dari pada tidak sama sekali. Jadi itu perlu," katanya saat meninjau pelaksanaan seleksi CPNS di Kota Malang, Jumat (16/11/2018) lalu seperti dikutip tribunpekanbaru.com dari kompas.com

Baca: Hasil SKD CPNS 2018 Pemko Dumai Tertutup Rapat, Pekanbaru hanya 227 Pelamar yang Lulus Passing Grade

Baca: Inilah Hasil Tes SKD CPNS 2018 di 8 Daerah di Indonesia, Jawa Tengah, Sulawesi hingga Maluku

Baca: HASIL SKD Berbasis CAT Pelamar CPNS di Pemko Pekanbaru, Ini Jumlah yang Lulus Passing Grade

"Caranya bagaimana, kalau diturunkan passing grade, kan dapatnya PNS yang elek - elek (jelek - jelek). Balik lagi ke guru yang tidak berkualitas. Apakah kita mau anak - anak kita diajar oleh guru - guru yang tidak berkualitas. Nggak mau, siapa yang mau. Jadi harus bagus. Nah, mungkin penurunan passing grade itu tidak menjadi pilihan. Tapi anak - anak (peserta) tes ini yang passing gradenya belum memenuhi itu banyak yang skor totalnya tinggi sekali."

Dengan begitu, peserta seleksi yang tidak lolos passing grade akan diranking sesuai dengan nilai yang diperoleh.

Selanjutnya akan ditentukan peserta yang lolos SKD meskipun tidak mencapai passing grade.

Para peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kabupaten Rokan Hilir tampak melakukan registasi jelang jalan CAT di STIA Lancang Kuning, Kota Dumai, Rabu (7/11/2018).
Para peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kabupaten Rokan Hilir tampak melakukan registasi jelang jalan CAT di STIA Lancang Kuning, Kota Dumai, Rabu (7/11/2018). (Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang)

"Kemudian kita lakukan perankingan di sana. Yang jumlahnya tinggi - tinggi ini berapa orang sih, untuk mengisi formasi - formasi yang kosong itu. Itu kan tidak mengurangi passing grade. Artinya kita tidak menurunkan kualitas PNS-nya gitu," ungkapnya.

Sistem ranking Sementara itu, proses ranking peserta seleksi CPNS itu menunggu peserta seleksi yang lulus murni atau peserta yang memenuhi passing grade.

Nantinya, penentuan kelulusan peserta melalui proses ranking disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan untuk Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yakni berjumlah minimal tiga kali formasi yang tersedia.

Baca: VIDEO DRAMA KOREA. Jang Nara Tampil Elegan di The Last Empress

Baca: The Last Empress, Drama Korea Terbaru. Jang Nara Tampil Anggun

Baca: 5 Drama Korea Terbaru Tayang Akhir November 2018, Red Moon Blue Sun Hingga Boyfriend/Encounter

"Kita harus lihat dulu yang lulus murni harus seberapa banyak. Katakanlah ada tiga jabatan, lulus murni ada sembilan orang, ya kan udah penuh. Kan tidak diperlukan lagi. Tapi misalnya dari tiga jabatan itu ada lima orang yang lulus murni, berarti dia butuh orang orang lagi. Tapi yang empat orang ini menunggu yang lima orang itu selesai dulu prosesnya," katanya.

Sampai saat ini, regulasi sistem ranking sebagai pengganti sistem passing grade pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) ini masih dibahas di pemerintah pusat.

"Tadi malam (aturannya) baru tanda tangan, belum baca lagi. Kalau sudah di tanda tangani akan masuk lembaran negara, jadi mungkin Senin baru efektif," katanya. (*)

Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved