Breaking News:

Riau Region

Realisasi APBD Riau 2018 Hingga November Baru Mencapai 60,96 Realisasi Keuangan

APBD Riau 2018 setelah dihitung dari awal disahkan Rp10, 09 Triliun namun dalam perjalanannya mengalami defisit akibat tunda salur DBH triwulan ke IV

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru/nasuha
Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim meninjau progres pembangunan jembatan Siak IV Pekanbaru, Selasa (6/11). 

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Riau Indra mengatakan, Realisasi APBD Riau 2018 hingga November baru mencapai 77,89 persen fisik dan 60,96 realisasi keuangan.

"Progres fisik Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2018 baru mencapai 77,89 persen, sedangkan keuangan diangka 60,96 persen,"ujar Indra kepada Tribun Rabu (21/11).

Menurut Indra memang target sebelumnya akan diubah mengingat terjadi perubahan pada APBD 2018 baik karena dilakukan efisiensi anggaran maupun akibat defisit anggaran yang terjadi.

Baca: Pusat Terapkan Sistem Ranking, Peserta CPNS di Riau yang Tidak Lulus: Syukurlah Masih Ada Harapan

Baca: Ini Penyebab Harga TBS di Riau Turun di Tingkat Petani Swadaya, Sentuh Angka Rp 600 per Kg

"Memang target APBD reschedule ulang, karena dari sisi anggaran seperti kita ketahui masih jauh dari harapan kita sebelumnya yang sudah direncanakan, ini karena berbagai kendala, "ujar Indra.

Namun demikian untuk fisik sendiri sebagaimana yang sudah direncanakan pada APBD 2018 mesti capaiannya 100 persen, terutama proyek strategis Pemprov Riau.

" Kalau fisik tentunya ditargetkan 100 persen, "ujar Indra.

Untuk diketahui APBD Riau 2018 setelah dihitung dari awal disahkan Rp10, 09 Triliun namun dalam perjalanannya mengalami defisit akibat tunda salur DBH triwulan ke empat tahun 2017. Sehingga defisit anggaran Rp1,7 Triliun.

Baca: Lantik 43 Eselon III dan IV, Sekda Pekanbaru Minta Camat dan Lurah Respon Keluhan Masyarakat

Selanjutnya dilakukan rasionalisasi di seluruh APBD dan akhirnya bisa dihemat hingga Rp1,2 Triliun, selanjutnya dilakukan lagi penyisiran kegiatan ke OPD dan masih bisa dihemat lagi hingga tersisa defisit anggaran Rp800 Miliar.

Saat ini masih dilakukan penyesuaian dan penghitungan berapa kegiatan dan nilai yang harus dilakukan tunda bayar. Karena defisit anggaran Rp800 Miliar ini tidak terelakkan lagi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved