Ombak Bono

Hadiri Bono Surfing, Deputi Kemenpar RI Janji Bangun Fasilitas Penunjang Wisata Ombak Bono

Hadiri Bono Surfing, Deputi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI) janji bangun fasilitas penunjang wisata Ombak Bono

Hadiri Bono Surfing, Deputi Kemenpar RI Janji Bangun Fasilitas Penunjang Wisata Ombak Bono
TRIBUN PEKANBARU / MELVINAS PRIANANDA
Peselancar beraksi saat tampil dalam lomba selancar Gelombang Bono, Sungai Kampar, Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (21/11/2013). Hadiri Bono Surfing, Deputi Kemenpar RI Janji Bangun Fasilitas Penunjang Wisata Ombak Bono 

Mengunakan tiga speed besar dan beberapa kapal kecil serta perahu karet, rombongan menuju Tanjung Membayang tempat melihat keganasan Ombak bono dengan jarak tempuh 30 menit dari pelabuhan Teluk Meranti.

Baca: Kesejahteraan Guru Honor di Kampar Belum Layak, Sempena Hari Guru

Baca: Derita Guru Honor di Bengkalis Sempena Hari Guru, Ini Kata Disdik Bengkalis

Sedangkan para pesilancar, fotografer, tim juri, dan panitia kembali melanjutkan perjalanan ke Tanjung Bebilah berdekatan dengan Blok F.

Di perairan itu Ombak Bono mulai menampakan wujudnya dengan ketinggian yang maksimal, hingga tiga meter serta arus yang deras.

Menunggu satu jam lebih, akhir ombak dengan gelar The Seven Ghost itu akhirnya muncul dan mulai menyapu ke arah hulu Sungai Kampar.

Para pesilancar profesional yang terdiri dari manca negara dan domestik menunjukan kepiawaiannya menunggangi gelombang tujuh hantu itu.

Di kawasan Tanjung Membayang belasan pesilancar lokal sudah menunggu hempasan ombak yang terkenal ganas itu.

Namun ketinggiannya kurang maksimal lantaran perairannya dalam hingga mengakibatkan gelombang masuk ke dalam.

Membuat para surfer lokal kurang puas dengan penampilannya.

Baca: Belum Sejahtera, Tugas Guru Berat, Guru di Riau Perlu Perhatian, Sempena Hari Guru Nasional

Baca: Guru Daerah Terpencil di Indragiri Hulu Belum Semua Tercatat Penerima Bantuan, Sempena Hari Guru

Demikian juga para penunggang perahu yang ingin Bekudo Bono di kawasan Pantai Ogis tak bisa berlomba lantaran gelombang dengan fenomena alam yang unik itu sudah hilang dan tinggal menyisakan air pasang besar.

"Kurang puas hari ini. Karena ombaknya ngak maksimal," ungkap seorang surfer lokal bernama Budi kepada tribunpelalawan.com, Sabtu (24/11/2018).

Halaman
1234
Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved