Breaking News:

Berita Riau

Bulog Datangkan Daging Kerbau Beku dari India, Warga Pekanbaru Minta Periksa Dulu Sebelum Dijual

(Bulog Divisi Regional Riau-Kepulauan Riau akan datangkan daging kerbau beku dari India, warga Pekanbaru minta periksa dulu sebelum dijual

Penulis: Alex | Editor: Nolpitos Hendri
Tribunpekanbaru/theorizky
Daging sapi segar dijual di Pasar Jalan Agus Salim, Rabu (13/6/2018). Sejak awal masuknya Bulan Ramadan, harga daging sapi hingga kini masih stabil dikisaran harga Rp 120 ribu/kg. Bulog Datangkan Daging Kerbau Beku dari India, Warga Pekanbaru Minta Periksa Dulu Sebelum Dijual. 

Bulog Datangkan Daging Kerbau Beku dari India, Warga Pekanbaru Minta Periksa Dulu Sebelum Dijual

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Riau-Kepulauan Riau akan datangkan daging kerbau beku dari India, warga Pekanbaru minta periksa dulu sebelum dijual.

Walaupun begitu, warga menyambut gembira adanya rencana Bulog mendatangkan daging kerbau beku dari India dengan harga murah namun berkualitas.

Baca: Video: Jadwal Live Streaming Liga Champions Manchester United Vs Young Boys, Kick Off 03.00 WIB

Baca: Begini Line Up dan Link Live Streaming AS Roma vs Real Madrid di Liga Champion 2018

Bulog Divisi Regional Riau-Kepulauan Riau rencananya mendatangkan 28 ton daging kerbau beku dari India.

Informasi dari pihak Bulog, daging kerbau beku dari India ini didatangkan untuk memberikan alternatif pilihan daging murah berkualitas.

Harganya lebih murah yakni Rp 80.000 per kilogram jika dibandingkan dengan harga daging sapi segar di pasar di Pekanbaru yang mencapai Rp 120.000 per kilogram.

Daging sapi segar dijual di Pasar Jalan Agus Salim, Rabu (13/6/2018). Sejak awal masuknya Bulan Ramadan, harga daging sapi hingga kini masih stabil dikisaran harga Rp 120 ribu/kg. Menurut pedagang, harga daging sapi segar sulit untuk dinaikkan karena gencarnya penjualan daging beku yang digelar Bulog melalui gerakan stabilisasi harga pangan, sementara itu, modal pedagang untuk membeli daging sapi segar naik.
Daging sapi segar dijual di Pasar Jalan Agus Salim, Rabu (13/6/2018). Sejak awal masuknya Bulan Ramadan, harga daging sapi hingga kini masih stabil dikisaran harga Rp 120 ribu/kg. Menurut pedagang, harga daging sapi segar sulit untuk dinaikkan karena gencarnya penjualan daging beku yang digelar Bulog melalui gerakan stabilisasi harga pangan, sementara itu, modal pedagang untuk membeli daging sapi segar naik. (Tribunpekanbaru/theorizky)

Mirna Sari, warga Kecamatan Pekanbaru Kota mengatakan, pada natal dan tahun baru, ia biasanya selalu membeli daging dengan jumlah yang banyak, untuk menjamu sanak saudaranya makan-makan di rumah.

Ia sangat senang kalau ada pengadaan daging kerbau dengan harga yang lebih murah tersebut, karena menurutnya dalam beberapa kali pengalaman menjelang tahun baru, harga daging naik lebih mahal dari yang biasanya.

“Kalau memang ada harga daging kerbau yang lebih murah, tidak masalah. Rasanya tidak jauh beda dengan daging sapi. Apalagi kalau daging tersebut berkualitas, dan harga lebih murah. Tentu saja kami masyarakat menyambut gembira kabar ini,” kata Mirna kepada Tribun, Selasa (27/11).

Baca: Rabu Tanggal 28 November Besok Diluncurkan, Realme U1 akan Tersedia Dalam 3 Warna yang Berkilau

Baca: Aksi Solidaritas, Dokter Bedah RSUD Puri Husada Tembilahan Tempelkan Pengumuman Ini

Rido, warga Kecamatan Tampan juga mengatakan ikut senang dengan kabar tersebut.

Namun ia meminta, agar pihak pemerintah melakukan pengecekan daging tersebut lebih mendalam dan rinci.

Mengingat daging tersebut diimport dari luar negeri.

Seorang pedagang sapi sedang melayani pembeli di Pasar Kaget Seminai Kecamatan Pangkalan Kerinci, Jumat (18/8/2017) lalu. Bulog Datangkan Daging Kerbau Beku dari India, Warga Pekanbaru Minta Periksa Dulu Sebelum Dijual.
Seorang pedagang sapi sedang melayani pembeli di Pasar Kaget Seminai Kecamatan Pangkalan Kerinci, Jumat (18/8/2017) lalu. Bulog Datangkan Daging Kerbau Beku dari India, Warga Pekanbaru Minta Periksa Dulu Sebelum Dijual. (TRIBUNPEKANBARU.COM/JOHANNES TANJUNG)

“Kita tentunya senang dengan langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah. Tapi kita minta, pemerintah juga melakukan pengecekan kembali daging tersebut, karena ini akan dikonsumsi oleh masyarakat banyak. Jangan sampai niat antisipasi malah memunculkan maslah baru,” tuturnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved