Breaking News:

Pekanbaru

Oknum Lurah di Pekanbaru yang Diduga Peras Warga Ditangkap Satgas Saber Pungli Saat di Warung Kopi 

Satgas Saber Pungli melakukan pengintaian dan penangkapan terhadap pelaku. Di dalam jok sepeda motor dinasnya, didapati uang sebesar Rp 10 Juta

Editor: Afrizal
Foto/saberpungli.id
Stop Pungli 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Lurah Sidomulyo Barat, Kota Pekanbaru inisial R (37) diciduk polisi saat sedang di warung kopi. 

R ditangkap diduga melakukan pemerasan terhadap warga yang sedang mengurus Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) tanah.

Aparat kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, menciduk R, Rabu (28/11/2018).

Satgas Saber Pungli Ditreskrimsus melakukan pengintaian dan penangkapan terhadap pelaku.

Di dalam jok sepeda motor dinasnya, didapati uang sebesar Rp 10 juta

Barang bukti yang disita dari tangan oknum Lurah di Pekanbaru yang ditangkap Satgas Saber Pungli di Warung Kopi. Inset: R (37) oknum lurah yang diamankan Satgas Saber Pungli
Barang bukti yang disita dari tangan oknum Lurah di Pekanbaru yang ditangkap Satgas Saber Pungli di Warung Kopi. Inset: R (37) oknum lurah yang diamankan Satgas Saber Pungli (tribunpekanbaru/rizkyarmanda)

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Kamis (29/11/2018) menjelaskan, R ditangkap di sebuah warung kopi di Jalan Soekarno Hatta.

Baca: BREAKING NEWS: Oknum Lurah di Pekanbaru Diciduk Polisi, Diduga Peras Warga Urus Surat Tanah

Baca: ANEH! Pencurian di Pekanbaru, Brankas Digondol Maling, Korban Temukan Tahi Manusia dalam Kamar

Baca: Kronologi Pencurian Brankas di Pekanbaru yang Dikira Musang oleh Tetangga Saat Dengar Benda Jatuh

Dijelaskannya, modusnya, pelaku meminta uang atau memeras warga yang sedang mengurus SKT dan SKGR.

Terungkapnya praktik ini, berawal dari laporan dari masyarakat bernama Sabar.

Dia selaku pembeli tanah, dimintai uang Rp 10 juta oleh pelaku saat mengurus SKGR.

Alasannya, agar SKGR yang diurus cepat ditandatangani dan selesai.

"Berdasarkan informasi itu, Tim Tindak Satgas Saber Pungli Ditreskrimsus melakukan pengintaian dan penangkapan terhadap pelaku. Di dalam jok sepeda motor dinasnya, didapati uang sebesar Rp 10 juta," katanya.

Pelaku dan barang bukti lalu dibawa ke kantor Ditreskrimsus Polda Riau untuk dilakukan pemeriksaan.

"Pengakuannya, sebelumnya pelaku juga meminta uang sebesar Rp 25 juta dari warga bernama Haslina Murni, selaku penjual tanah. Namun yang diterima Rp 23 juta," sebut Kabid Humas.

Baca: Bicara di Hadapan Keluarga Korban Napza, Kak Seto Sebut Melindungi Anak Perlu Orang Sekampung

Baca: FOTO: Evakuasi Tiga Mayat Mengapung di Perairan Pambang Persisir Bengkalis oleh Tim Gabungan

Hasil pengembangan, barang bukti uang Rp 23 juta juga berhasil diamankan aparat.

Dia menambahkan, pelaku kini masih dilakukan pemeriksaan di Subdit III Ditreskrimsus Polda Riau.

Pelaku dijerat pasal 12 huruf E UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor.

"Ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 milyar," pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved