Berita Riau

VIDEO: Status Siaga Bencana Banjir, BPBD Riau Minta Bantuan Logistik pada BNPB

Untuk itu, Riau juga meminta bantua Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) untuk bisa mengirimkan bantuan dalam mengatasi bencana

Laporan videografer tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Provinsi Riau telah menetapkan status siga bencana banjir dan tanah longsor.

Untuk itu, Riau juga meminta bantua Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) untuk bisa mengirimkan bantuan dalam mengatasi bencana banjir ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger memaparkan,terkait dengan logistik untuk bantuan para korban banjir yang dimiliki Riau hampir habis. Namun demikian pihaknya sudah melakukan upaya meminta bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca: VIDEO: Riau Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir dan Tanah Longsor

"Ini sudah kita lakukan dan saya juga sudah bertemu langsung kemarin dengan Bapak Sestama (Sekertaris Utama) BNPB dan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak begitu lama, ini bisa terrealisasi, sekarang sedang proses," harapnya.

Sedangkan bantuan yang diminta ke BNPB tersebut selain logistik ada pula tenda untuk pengungsi, kelambu, selimut dan lain-lain yang menjadi kebutuhan para korban banjir.

Disampaikan Edwar Sanger dengan adanya penetapan status siaga bencana banjir dan tanah longsor tersebut maka, diharapkan penanganya bisa dilakukan dengan lebih optimal.

Baca: Hasil Babak 1 Persela Lamongan Vs Persib Bandung Skor 1-0, Persela Unggul lewat Gol Wallace

"Kita bisa lebih optimal dan termasuk pendampingan oleh BNPB juga. Dengan status ini bantuan akan lebih mudah dan yang penting kita tidak berpikir untung ruginya tapi, bagaimana masyarakat bisa kita bantu dan kita bisa lebih optimal memberikan yang terbaik," katanya.

Tiga Korban Meninggal Dunia

Ditambahkan Edwar Sanger, selama bencana banjir yang melanda Riau, sudah ada tiga korban meninggal dunia di Kabupaten Indragiri Hulu.

"Namun, yang meninggal inikan sebenarnya akibat kelaian orangtua. Karena orangtua yang tudak menjaga anak-anak nya. Saya kira rekan-rekan juga sudah tau itu. Ada anak bayi, ada anak usia 7 tahun dan 11 bulan," katanya.

Baca: Terkejut Ada Polisi Tidur, Pengendara Motor di Siak Hilang Kendali Saat Mengerem dan Terlindas Truk

Ia juga berharap tidak ada lagi korban-korban meninggal dunia yang disebabka oleh banjir atau kelalaian orangtua.

"Untuk itu, kami juga kembali menghimbau kepada masyarakat supaya hati-hati dan memperhatikan betul anak-anak ini supaya tidak sembarangan main di genangan banjir," harapnya.

Sementara itu, untuk bencana longsor menurut Edwar yang paling rawan terjadi di Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar dan didaerah Lubuk Jambi perbatasan antara Riau dan Sumatra Barat. (*)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved