Hati-hati Ya! Jangan Gunakan 4 Jenis Komentar Ini di Media Sosial, Bisa Membuat Kita Dipenjara

Kini komentar-komentar yang menyinggung atau merugikan pihak lain dapat dikenakan pasal dalam UU ITE

Hati-hati Ya! Jangan Gunakan 4 Jenis Komentar Ini di Media Sosial, Bisa Membuat Kita Dipenjara
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Masyarakat khususnya pengguna sosial media diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam berkomentar mengenai orang lain, terlebih di media sosial.

Kini komentar-komentar yang menyinggung atau merugikan pihak lain dapat dikenakan pasal dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

Baca: Pengumuman Hasil SKD Inhu dan Jadwal SKB CPNS Inhu 2018, Cek Nama Kamu Disini

Baca: Kuota VideoMax Masih Banyak, Ini Cara Ubah Jadi Kuota Reguler 24 Jam, Bisa Nonton Youtube

 
Komentar-komentar berbahaya tersebut antara lain:

1. Komentar yang mengandung unsur body shaming,

2. Memberi informasi hoaks

3. Komentar yang berisi ancaman

4. Mengandung unsur SARA.

Komentar berunsur body shaming adalah komentar yang mengejek bentuk fisik seseorang seperti menghina bentuk, wajah, warna kulit, hingga postur tubuh atau komentar mengenai fisik seseorang yang membuat seseorang tersebut tidak berkenan.

Berdasarkan salinan UU ITE situs web.kominfo.go.id, pelaku penghinaan atau body shaming di media sosial dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda maksimal Rp 750 juta.

Sementara itu untuk kasus komentar bernada ancaman atau menakut-nakuti pihak lain dapat dikenakan Pasal 45B dengan hukuman pidana penjara maksimal empat tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.

Baca: Tragis Remaja 16 Tahun di Inhu ini Lihat Ayah Gantung Diri Pasca Cekcok dengan Ibu

Baca: Pengumuman Hasil SKD, Berikut Jadwal SKB CPNS 2018 Pemprov Riau, Silahkan Daftar Ulang

Sedangkan untuk kasus hoaks atau berita bohong dan menyesatkan sehingga merugikan pihak lain dapat dikenakan Pasal 45A ayat (1) dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Contoh dari pelanggaran yang melibatkan berita hoaks adalah kasus Ratna Sarumpaet yang membuat publik percaya jika dirinya adalah korban kekerasan hingga akhirnya ia mengaku jika lebam di wajahnya adalah bekas operasi plastik.

Sama dengan kasus berita hoaks, pada kasus yang menimbulkan rasa benci atau permusuhan berdasarkan SARA juga dapat dikenakan Pasal 45A ayat (2) dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Contoh kasus komentar yang dianggap SARA adalah komentar yang dilontarkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat kunjungannya ke Kepulauan Seribu pada September 2016 lalu.

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Hati-hati! 4 Jenis Komentar Ini Dapat Melanggar Pasal UU ITE, dari Body Shaming hingga SARA

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved