Breaking News:

Tribun Dumai

KPK Tahan Sekda Kota Dumai. Batal Naik Haji Hingga Ditahan di Rutan Guntur

Sekda Kota Dumai, Muhammad Natsir ditahan KPK. Sebelumnya, ia pernah batal naik haji karena dicekal KPK.

Editor: Rinal Maradjo
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Dua polisi tampak berjaga di depan Rumah Dinas Sekda Kota Dumai, Rabu (9/8/2017). Mereka menjaga proses penggeledahan di rumah tersebut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, Muhammad Nasir, Rabu (5/12/2018) malam. Penahanan dilakukan terkait proses penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pembangunan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, dalam skema tahun jamak 2013-2015. Saat kejadian berlangsung, Nasir menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkalis.

Selain menahan Muhammad Nasir, KPK juga menahan seorang tersangka lainnya, Hoby Sugara, seorang pihak rekanan dalam proyek tersebut.

Dari keterangan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Muhammad Natsir menjalani penahanan di Rutan Guntur. 

Sebelumnya, setelah pemeriksaan KPK di akhir November 2016, sempat tak terdengar lagi hasil penyelidikan KPK terhadap kasus yang menjerat Muhammad Nasir.

Baca: Sekda Dumai Ditahan KPK . Ini Sejumlah Proyek yang Menyandungnya

Baca: KPK Tahan Sekda Dumai Kasus Dugaan Korupsi Jalan di Bengkalis

Namun pada pertengahan tahun 2017 kasus tersebut kembali mencuat setelah Nasir mengetahui dirinya dicekal untuk berpergian keluar negeri.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang saat ini menjabat Sekretaris Kota Dumai gagal menunaikan ibadah haji pada Agustus 2016.

Kegagalan keberangkatan Muhammad Nasir ini terjadi setelah paspor miliknya mendapat pencekalan dari Imigrasi. Ia baru mengetahui pencekalan ini saat dirinya berada di kota Batam, sebelum terbang ke Madinah dengan rombongan Jamaah Calon Haji kota Dumai di Embarkasi Batam.

Pencekalan terhadap Muhammad Nasir dilakukan pihak Imigrasi atas permintaan Komisi Pememberantasan Korupsi (KPK) dimana saat itu status Nasir sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ternyata kasus proyek multiyear ini sudah beralih status menjadi penyidikan.

Selang beberapa hari pencekalan terhadap Sekda Dumai ini, KPK kembali mendatangi Bengkalis dengan melakukan penggeledahan di beberapa titik, Selasa (8/8/2017) tahun lalu.

Di antaranya pengeledahan dilakukan di kantor bupati Bengkalis serta kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkalis.

Baca: Jadwal Bola Liga 1 Akhir Pekan Ini: Penentuan Juara & Degradasi Liga 1 Musim 2018

Baca: Video: Live Streaming Vietnam Vs Filipina Semifinal Piala AFF Suzuki Cup 2018, Live Fox Sport

Penggeledahan KPK di kantor PUPR Bengkalis saat itu berlangsung selama 12 jam. Dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 02.30 WIB, selama pengeledahan tersebut kantor PUPR dijaga ketat pihak Kepolisian. Usai pengeledahan KPK membawa empat box kontener plastik serta satu koper dengan isi berkas dari Dinas PUPR Bengkalis.

Pada Maret 2018, KPK kembali mendatangi Bengkalis dengan dalih kembali mencari dokumen untuk melengkapi berkas penyidikan kasus proyek peningkatan jalan Batu Panjang - Pangkalan Nyirih.

Kali ini pengeledahan KPK dilakukan di kantor DPRD Bengkalis.  Sejumlah tempat di periksa KPK saat itu termasuk ruangan Ketua DPRD Bengkalis.

Dalam waktu bersamaan KPK juga kembali melakukan penggeledahan di Dinas PUPR Bengkalis. Serta menyita kembali beberapa dokumen yang dibutuhkan.

Beberapa bulan setelah pengeledahan tersebut KPK kembali bertamu ke Bengkalis. Dengan dalih masih upaya pelengkapan dokumen dan data terkait dugaan korupsi peningkatan Jalan Pulau Rupat pada anggaran Multiyear 2013-2015 KPK melakukan penggeledahan di kediaman dinas Bupati Bengkalis.

Penggeledahan saat itu berlangsung selama sepuluh jam, Jumat (1/6/2018) malam. Dalam pengeledahan kali ini melibatkan sebanyak 12 orang anggota tim KPK. Saat keluar dari kediaman Bupati Bengkalis mereka sejumlah tas dan koper.

Dari pengeledahan di lokasi tersebut ditemukan uang sekitar Rp1,9 miliar rupiah dan menyita sebagian dokumen. Pihak KPK sedang mendalami lebih lanjut keterkaitannya uang yang ditemukan dengan kasus yang di tangani.

Saat ini uang yang diamankan di kediaman Bupati Bengkalis masih ditahan KPK. Sedangkan Bupati Bengkalis masih berstatus saksi terkait temuan uamg di kediamannya. (*)

Laporan : Ilham Yafis, Fernando, M Natsir

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved