Berita Riau
VIDEO: Harga Sawit dan Karet Anjlok, Mahasiswa Kirim Karangan Bunga pada DPRD Riau
Dalam papan bunga tersebut tertulis dengan huruf kapital "STABILKAN HARGA SAWIT, KARET & KELAPA. JIKA TIDAK TUNGGU KAMI DISINI, MAHASISWA UIR".
Penulis: Aan Ramdani | Editor: David Tobing
Laporan videografer www.tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani
TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Karangan bunga berwarna merah tampak terpampang didepan Kantor DPRD Riau, Jalan Jendral Sudirman Kota Pekanbaru, Senin siang (10/12/2018).
Dalam papan bunga tersebut tertulis dengan huruf kapital "STABILKAN HARGA SAWIT, KARET & KELAPA. JIKA TIDAK TUNGGU KAMI DISINI, MAHASISWA UIR".
Papan bungan ini memang sengaja di pasang sebagai bentuk aspirasi mahasiswa kepada DPRD Provinsi Riau dengan kondisi murahnya tiga hasil komoditi perkebunan yakni, sawit , karet dan kepala.
Baca: Mbah Mijan Terawang Jodoh Luna Maya, Ungkap Ada Aura Ini yang Bikin Susah Dapat Jodoh
"Ini adalah aspirasi kita menyampaikan kepada DPRD Riau dan Pemerintah Pusat supaya memprioritaskan harga sawit, karet dan kelapa. Persolan ini kami melihat tidak kunjung selesai sehingga kami kirimkan karangan bunga ini," jelas Gubernur Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Suhandoyo kepada www.tribunpekanbaru.com
Menurutnya, karang bunga ini hanya sebagai aspirasi awal yang dilakukan mahasiswa UIR untuk mengingatkan wakil rakyat dan pemerintah supaya bisa segera merealisasikan tuntutan tersebut.
Baca: Ini Alasan Syarwan Hamid Lepas Gelar Adatnya Jika LAM Riau Tetap Beri Gelar Adat Presiden Jokowi
Namun, jika tidak diwujudkan aspirasi tersebut maka puluhan ribu mahasiswa UIR siap turun ke DPRD Riau untuk kembali menyampaikan aspirasi tersebut.
Menurut Suhandoyo kepada www.tribunpekanbaru.com persoalan turunya harga sawit, karet dan kepala bukanlah persolan biasa.
"Mayoritas mahasiswa, orangtuanya adalah petani sawit, karet dan kelapa. Maka, orangtua kami dikampung dan kami juga sedang menjerit dengan tidak stabilnya harga sawit, karet dan kepala ini," tambahnya.
Baca: Wajah Cantik dengan Tubuh Ideal Polwan Ini jadi Terkenal, Atasannya pun Memberikan Pilihan Ini
Ditambahkanya, saat ini harga sawit saja di desa-desa hanya dihargai Rp. 550. Dengan kondisi tersebut maka, otomatis masyarakat yang ekonominya bergantung terhadap sawit akan menjerit.
"Ini harga untuk petani biasa, beda dengan plasma. Rata-rata orangtua kami ini bukan petani plasma," katanya.
"Karangan bunga ini hanya aksi awal kami.Jika persolan ini tidak diangkap serius oleh Pemerintah dalam hal ini DPRD dan pemerintah pusat maka, tunggu kami," pungkasnya. (*)