Pasca-pengeroyokan Anggota TNI, Tak Terlihat Lagi Juru Parkir Disekitar Lokasi

Saat hendak parkir, knalpot sepeda motor Komaruddin berasap. Ia turun dan memeriksa bagian mesin motornya.

Pasca-pengeroyokan Anggota TNI, Tak Terlihat Lagi Juru Parkir Disekitar Lokasi
Facebook Pandu Dwi Pratanto
Kolase foto tukang parkir keroyok perwira TNI 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sejumlah petugas parkir di kawasan pertokoan Arundina, Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur tak lagi nampak pada Rabu (12/12/2018) pasca insiden pengeroyokan terhadap dua anggota TNI. 

Berdasarkan pantauan Kompas.com pukul 11.30 WIB, tidak terlihat satupun petugas parkir yang biasa berjaga di kawasan pertokoan Arundina.

Kurniawan (26), salah satu warga Cibubur mengatakan, tiap harinya sejumlah petugas parkir kerap berjaga di kawasan pertokoan Arundina.

Namun sejak Selasa (11/12/2018) pagi, sejumlah petugas parkir tersebut tidak lagi terlihat.

"Ya biasanya ada tukang parkir di sini, itu orang sini (tukang parkir). Tapi sejak pemukulan itu, sudah tidak lihat lagi saya, sepi," kata Kurniawan saat ditemui di Kawasan pertokoan Arundina seperti yang dilansir TribunPekanbaru.com dari Kompas. 

Kurniawan menambahkan, biasanya para tukang parkir tersebut saat berjaga di kawasan itu memasang tarif parkir Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Baca: UPDATE! Polisi Tangkap Satu Pelaku Pengeroyokan TNI di Ciracas

Baca: 8 Fakta Pengeroyokan Anggota TNI Oleh Juru Parkir di Jakarta Timur: Berawal dari Cek Knalpot

Baca: Polsek Ciracas Diserang Massa, Diduga Terkait Pengeroyokan Anggota TNI oleh Juru Parkir

Dia menjelaskan, sejumlah anggota TNI juga sempat berada di kawasan pertokoan Arundina sepanjang hari Selasa kemarin.

"Anggota TNI juga ada kemarin seharian di situ, cuma hari ini sudah tidak ada lagi, enggak tahu," ujar Kurniawan.

Sementara itu, Adi selaku warga sekitar lainnya mengaku kaget saat pengeroyokan dua anggota TNI terjadi.

Dia mengatakan, saat itu tidak tahu penyebab dua anggota TNI itu dipukuli.

"Saya kaget, ramai-ramai ada apaan, gitu kan, enggak tahunya ada yang berantem, enggak berani saya," ucap Adi.

Diketahui, kasus pengeroyokan itu bermula saat seorang anggota TNI AL berpangkat kapten beserta anaknya selesai memperbaiki sepeda motor dan berencana makan di warung di samping minimarket Arundina pada Senin (10/12/2018) lalu.

Saat hendak parkir, knalpot sepeda motor Komaruddin berasap. Ia turun dan memeriksa bagian mesin motornya.

Kemudian salah satu juru parkir menggeser sepeda motornya tanpa sepengetahuan kapten itu, sehingga membuat kepala si kapten terbentur sepeda motor.

Korban lalu menegur si tukang parkir. Tukang parkir tampaknya tak terima ditegur sehingga berkembang jadi keributan dan berujung pada pengeroyokan anggota TNI tersebut. (*)

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved