Breaking News:

Inhu

Berkas Perkara Terdakwa Pungli Prona Dilimpahkan, JPU Tunggu Jadwal Sidang

Sebelumnya, SMA sudah ditetapkan tersangka dalam kasus Pungli pengrusakan sertifikat Prona di BPN Inhu semenjak 26 September 2018 lalu.

Tribunpekanbaru
Pelimpahan tersangka Pungli Prona BPN Inhu berinisial SMA. 

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com, Bynton

TRIBUNPEKANBARU, RENGAT - Kejaksaan Negeri atau Kejari Rengat melimpahkan berkas perkara tersangka kasus pungutan liar (Pungli) pengurusan sertifikat tanah melalui Prona, Rabu (12/12/2018) lalu.

Pelimpahan itu dilakukan oleh Kasi Pidsus Kejari Rengat, Ostar Al Pansri dan didampingi Kasubsi Pidsus, Misael Tambunan dan Rional Napitupulu.

"Berkas perkara atas nama tersangka SMA sudah dilimpahkan dan tinggal menunggu jadwal sidang," kata Ostar kepada awak media beberapa waktu lalu.

Baca: Banjir di Ukui, Warga Inhu yang Ingin ke Pekanbaru Dihimbau Melewati Jalur Alternatif Lewat Kuansing

Sebelumnya, SMA sudah ditetapkan tersangka dalam kasus Pungli pengrusakan sertifikat Prona di BPN Inhu semenjak 26 September 2018 lalu.

Sebelumnya Ostar saat didampingi Kasi Intel Kejari Inhu, Bambang Dwi Saputra mengungkapkan bahwa SMA sudah melakukan pungutan pengurusan sertifikat PRONA semenjak tahun 2016 lalu.

Total lebih dari 1000 sertifikat yang diurus oleh SMA di tujuh desa yang ada di dua Kecamatan di Kabupaten Inhu.

Tujuh desa itu, antara lain Desa Kerubung Jaya, Desa Bukit Lingkar, Desa Bukit Lipai, Desa Talang Bersemi, Desa Talang Mulia, Desa dan Desa Pematang Manggis.

"Per sertifikatnya tersangka meminta uang sebesar Rp 1 hingga Rp 1,5 juta," katanya kepada Tribuninhu.com.(*)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved