Banjir Air Mata, Seorang Tahanan Menikahi Pujaan Hatinya di Penjara

Pemuda berinisial EI (21) langsung mencium kaki ibunya usai menikahi AS (20) di Masjid Salamul Qudus, Polres Cirebon, Jawa Barat, Minggu siang (16/12/

Banjir Air Mata, Seorang Tahanan Menikahi Pujaan Hatinya di Penjara
Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON
Ketika seorang tahanan narkoba menikah di rumah tahanan.

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pernah mendengar kalimat ini, ‘menikah itu artinya menemani dalam senang dan duka’.

Artinya pernikahan tersebut artinya kita bersedia selalu bersama dalam berbagai keadaan. Baik bahagia, duka, hingga kesedihan.

Dan kisah di bawah ini bisa menjadi contoh dari kalimat di atas.

Pemuda berinisial EI (21) langsung mencium kaki ibunya usai menikahi AS (20) di Masjid Salamul Qudus, Polres Cirebon, Jawa Barat, Minggu siang (16/12/2018).

EI merupakan tersangka kasus narkotika. Ia tak henti-hentinya menangis hingga sang ibu memeluknya. 

“Semoga menjadi pelajaran dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” kata Nety, ibu kandung EI.

Nety bercerita, EI dan AS sudah berencana melangsungkan pernikahan pada 24 Desember mendatang. Namun karena berbagai hal, pernihakan dimajukan. 

EI dan AS menikah di depan petugas KUA serta disaksikan sejumlah keluarga kedua belah pihak.

Baca: Demokrat Sebut Kasus Pengrusakan Bendera dan Baliho Belum Selesai Sampai HS Saja

Baca: Idris Laena: Kasus Perusakan Atribut Demokrat Tak Pengaruhi Suara Jokowi-Maruf

Baca: Dikabarkan Gelar Lamaran, Syahrini Unggah Foto dengan Caption: Because I Love You So Much!

Baca: Jokowi Imbau Beralih dari Sawit ke Kopi,Kulit Manis,Jengkol & Petai, Rizal Ramli: Lucu Banget Mas

Mereka mengikuti prosesi pernikahan, tak sedikit yang menangis saat tersangka EI membacakan janji nikah.

EI ditangkap petugas pada 18 November lalu di kawasan Mundu, pesisir Cirebon.

Halaman
12
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved